Belajar dari kesuksesan Persebaya tembus ISL
Menyimak hasil pertandingan play off merebutkan satu tiket ke Indoensia Super Liga (ISL), perjuangan Persebaya yang dramatis berhasil memenangkan pertandingan melawan PSMS medan, saya yakin pasti orang mengacungkan jempol pada pemain-pemain Persebaya pada pertandingan tersebut. Juga tak lepas dari dukungan ribuan suporter bonekmania yang sangat fanatik menambah semangat juang tim Persebaya.
Secara teknis dan ball posision PSMS lebih mendominasi pertandingan dan unggul dalam individual teknik pemain, terbukti banyak peluang tercipta dari serangan-serangan PSMS, namun dengan kerja keras pemain dengan mental yang sangat bagus, Perseebaya dapat menghasilkan gol di saat PSMS tinggal menunggu bebeberapa menit wasit menitup peluit panjang, namun yang terjadi hasil akhir 1-1, perpanjangan waktu juga tidak merubah hasil akhir pertandingan, dan dalam drama adu pinalti Persebaya unggul 6-5.
Yang perlu dicermati atas keberhasilan Persebaya antara lain sisi Pelatih yang cukup tanggap dan bisa membaca situasi untuk menentukan strategi menghadapi PSMS yang secara kualitas diatas Persebaya. Sisi kedua dari pendukung alias suporter yang tak henti-hentinya memompa semangat bertanding pemain Persebaya. Bonekmania sempat diam saat Persebaya kalah 0-1, dan terdengar sindirian dari pendukung PSMS.. mana lagunya…..mana lagunya… bonekmania… Justru inilah awal kebangkitan Bonekmania dan akhirnya Bonek termotivasi kembali dan semakin kencang memberikan dukungan pada pemain. Sisi yang ketiga penampilan pemain Persebaya (kata orang “kesetanan” dalam bermain) yang luar biasa semangantnya ditambah mental bagaikan baja yang sulit ditembus. Ketiga sisi inilah yang perlu dicontoh, terlepas kita suka atau tidak suka pada Persebaya dan Bonekmania. (carik@paserbumi.com)
Kompetisi 2009/2010 Divisi Utama dibagi 3 grup
Kompetisi sepak bola nasional musim 2008/2009 telah berakhir, baik level profesional maupun amatir. Lantas, bagaimana kompetisi musim depan, adakah yang berubah?
Yang masuk level profesional adalah kompetisi Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama. Untuk kompetisi amatir, ada Divisi I, Divisi II, dan Divisi III.
“Sesuai dengan keputusan Raparnas 2009, kompetisi tetap lima Divisi. Hanya, untuk jumlah kontestan, ada perubahan,” tutur Mafirion, anggota komite eksekutif PSSI sekaligus juru bicara otoritas sepak bola nasional tersebut.
Perubahan jumlah kontestan itu berlaku untuk kompetisi di bawah ISL. Untuk ISL, jumlahnya tetap 18 tim. Pesertanya adalah 14 tim yang menghuni posisi pertama hingga ke-14 pada kompetisi musim lalu. Termasuk, tiga tim promosi, yakni Persisam Putra Samarinda, Persema Malang, dan PSPS Pekanbaru. Satu lagi adalah pemenang playoff antara PSMS Medan kontra Persebaya Surabaya yang akan dimainkan pada 30 Juni nanti.
Untuk jumlah peserta Divisi Utama, Divisi I, dan Divisi II, ada penambahan. Divisi Utama musim 2008/2009 bakal diisi 36 tim. Jumlah itu lebih banyak daripada musim lalu, yakni 34 tim. Dengan penambahan tersebut, tim yang promosi ke Divisi Utama bertambah. Yang semula delapan tim menjadi sepuluh tim. Di antaranya, Mojokerto Putra, PPSM Sakti Magelang, Persiram Raja Ampat, Persidafon Dafonsoro, Pro Duta Bandung, Persires Rengat, PS Banyuasin, dan Persipro Probolinggo.
Dua tim lagi adalah Persipasi Bekasi dan PSBI Blitar. Mereka menggantikan tiga tim yang terdegradasi dari hasil persaingan kompetisi musim lalu. Yaitu, PSP Padang, Persibat Batang, dan Persekabpas Kabupaten Pasuruan.
Mereka sekaligus menggantikan tim-tim yang tidak menggunakan kesempatan berkompetisi di Divisi Utama musim lalu. Tim yang absen musim lalu itu adalah Persegi Gianyar, Persma Manado, Persmin Minahasa, Persiter Ternate, dan Persidago Gorontalo.
Jika Divisi Utama musim depan dihuni 36 tim, Divisi I bakal diisi 66 tim. Jumlah itu bertambah 18 tim dibandingkan musim 2008/2009. Musim lalu, kuota Divisi I adalah 48 tim. Divisi II jumlahnya pun melonjak tajam. Jika 85 klub meramaikan musim 2008/2009, dalam kompetisi 2009/2010 jumlahnya menjadi seratus tim.
“Perubahan itu kami lakukan atas dasar kesulitan pendanaan yang dialami tim-tim pada musim 2008/2009. Dengan penambahan jumlah tim, pembagian wilayah bisa diperbanyak dengan pendekatan geografis,” dalih Mafirion.
Lantas, kapan kompetisi musim 2009/2010 dimulai? Kompetisi profesional bakal dimulai pada Oktober nanti. Tepatnya, selepas pelantikan presiden Indonesia periode 2009-2014. Presiden Indonesia masa bakti 2009-2014 akan dikukuhkan pada 20 Oktober mendatang.
“Kompetisi akan bergulir mulai Oktober 2009 hingga pertengahan Mei 2010,” terang Joko Driyono, direktur kompetisi BLI (Badan Liga Sepak Bola Indonesia).
Sayang, Joko belum berani menyebutkan tanggal pasti dimulainya kompetisi. Pria asal Ngawi tersebut hanya menuturkan bahwa kickoff ISL sangat mungkin lebih dulu daripada kickoff Divisi Utama.
“Untuk penetapannya, kami masih menunggu hasil pembicaraan dengan klub dan tim nasional. Khusus tim nasional, mereka nanti kan punya agenda SEA Games dan Pra-Piala Asia 2011. Kami ini mendapat masukan terbaik agar kompetisi bisa berakhir Mei 2010,” ujar Joko.
Jadwal kompetisi amatir juga direncanakan bergulir mulai Oktober nanti. Tapi, BLA tidak menunggu penetapan presiden. Mereka akan menjalankan kompetisi dua atau tiga pekan setelah Idul Fitri. Hari besar umat Islam itu jatuh pada 21 September nanti.
“Potakan utama kami sebenarnya pemilihan presiden (pilpres). Jika pilpres hanya satu putaran, beberapa pekan setelah pilpres putaran pertama kami akan menjalankan kompetisi,” papar Subardi, ketua BLA.
Pilpres putaran pertama akan dihelat pada 8 Juli nanti. Subardi menambahkan, jika pilpres berlangsung dua putaran, kompetisi Divisi I, Divisi II, dan Divisi III bakal digulirkan sesudah Idul Fitri. Pasalnya, pilpres putaran kedua dilaksanakan pada 8 September mendatang atau bertepatan dengan Ramadan.
“Kompetisi amatir paling cepat diadakan pada 15 Juli. Tapi, jika ada pilpres putaran kedua, kompetisi amatir akan dihelat Oktober mendatang,” sebut Subardi ketua BLA. [miftakhul faham syah/diq/jawapos] sumber : http://bolaindo.com
Paserbumi Ikut Rekomendasikan Pelatih
Fokus persiapan menjelang bergulirnya kompetisi Divisi Utama musim depan tidak hanya menguras konsentrasi manajemen Persiba Bantul. Paserbumi (sebutan suporter Persiba) pun berupaya berkontribusi demi terwujudnya skuad The Reds -julukan Persiba- yang tangguh.
Usaha Paserbumi pun tidak tanggung-tanggung. Mereka kini terus mengkaji nama-nama pelatih yang bakal menukangi Persiba musim depan. “Saat ini kami fokus pada penunjukan nama pelatih yang sesuai dengan atmosfer sepak bola di Bantul,” papar pimpinan tertinggi Paserbumi Lurahe Ari Pambudi kepada Radar Jogja (Jawa Pos Group) kemarin (16/6).
Paserbumi tak hanya mencari data pelatih yang melamar ke pengurus. Mereka pun rela mencari sumber-sumber dari jaringan sesama anggota suporter di negeri ini. “Contohnya, Daniel Roekito yang sebelumnya menangani Persiba Balikpapan. Kami mencari infonya dari PFC (Persiba Balikpapan Fans Club),” tutur Ari.
Hasil dari kajian tersebut nanti akan diwujudkan menjadi surat rekomendasi kepada manajemen. [eri/diq/jawapos] (www.bolaindo.com)
Persiba Bantul buka lowongan pelatih
Pasca pembubaran Tim Persiba Bantul, manajemen memberi kesempatan kepada pelatih untuk menjajaki kerjasama dengan Persiba Bantul. Sekretaris Tim Persiba Bantul Wikan Werda Kuswara mengatakan “walaupun tim dan manajemen sudah dibubarkan namun kegiatan di sekretariat dan mess Persiba tetap berjalan seperti biasa, ini mengingat waktu libur kompetisi tidak berlangsung lama. Kita masih menunggu informasi resmi dari PSSI/BLI kapan dimulainya lagi kompetisi 2009/2010. Kalo dimulai September 2009, maka seleksi pemain harus dimulai dari awal bulan Juli agar waktu seleksi dan persiapan tim dapat dipersiapkan sebaik-baiknya”.
Sementara menunggu kabar, Persiba membuka lowongan bagi pelatih untuk kemungkinan bisa bergabung di Bantul, tambahnya. Sebaiknya pelatih sudah ada sebelum seleksi digelar, namun semua harus melalui prosedur perekrutan pelatih, dari pengajuan lamaran, pemanggilan untuk presentasi, nego kontrak dan sebagainya.
Manajemen juga masih memberikan kesempatan pada mantan pelatih Nandar Iskandar, namun tidak menutup kemungkinan Persiba Bantul akan mencari dan memberikan kesempatan kepada pelatih lain. (crk)
Tim Persiba Bantul resmi dibubarkan
General Manajer/Ketua Umum Persiba Bantul bapak Drs. HM. Idham Samawi secara resmi membubarkan Tim Persiba Bantul kompetisi divisi utama liga Esia tahun 2008-2009 yang dilangsungkan di Pendopo Rumah Dinas Bupati semalam (Rabu 27/5). Acara yang dihadiri oleh pemain, anggota DPRD Bantul, pejabat Pemkab Bantul, Koni Bantul, Pengcab PSSI Bantul beserta perwakilan klub se Bantul, panpel pertandingan, DPP Paserbumi dan perwakilan korwil, dengan MC Hendro Pleret diawali dengan laporan manajemen tim yang diwakili oleh Manajer Persiba Bantul bapak RH. Sumiharto, SE, MBA yang melaporkan perjalanan tim mulai dari seleksi sekitar Februari 2008 sampai berakhirnya kompetisi di bulan Mei 2009 ini. Menurut manajer Persiba Bantul pak Sumi, di Kompetisi liga esia Persiba Bantul dapat memenuhi target bertahan di divisi utama bahkan cukup berprestasi dapat masuk babak 8 besar dengan menempati urutan 3 di klasemen akhir, walaupun gagal menembus semifinal, berada di urutan 3 grup L yang berlangsung 18-23 Mei 2009 yang lalu di Malang. Di Copa yang diikuti 51 klub dari divisi I, divisi utama dan superliga, Persiba mampu menembus 16 besar dan terhenti oleh klub superliga PSMS Medan.

Berita Terbaru
Login
Pencarian Informasi
Foto di Flickr
Topik Berita Paserbumi
Didukung oleh

