Persiba Daftarkan Ernest Jeremiah
Acungan jempol pantas ditujukan kepada manajemen Persiba Bantul. Setelah berkali-kali gagal mendatangkan striker, akhirnya tepat dihari terakhir pendaftaran pemain atau transfer window kedua, Minggu (18/3), Ernest Jeremiah Chukwuma, resmi didaftarkan Persiba ke PT LPIS. “Manajemen akhirnya memilih Ernest Jeremiah sebagai pengganti Emmanuel Cristori dengan berbagai pertimbangan,” kata Wikan Werdho Kisworo, Minggu (18/3). Menurutnya, Ernest memiliki kualitas dan pengalaman bermain di Liga Super, selain karena statusnya Free Transfer. “Untuk sementara kita hanya mengontrak selama 5 bulan atau sampai Agustus 2012,” imbuh Wikan.
Jejak rekam striker kelahiran Nigeria 25 Agustus 1985 di Indonesia, tak lepas dari bumi Papua. Pernah berkostum Persipura, musim 2007-2009, ia sempat merasakan gelar juara ISL tahun 2009. Petualangannya berlanjut ke tim Persidafon musim 2010-2011, namun diakhir musim dirinya tak diperpanjang kontraknya hingga memutuskan pulang ke Negaranya. Kelebihan Ernest terletak pada finishing di area penalti. Skill juga lumayan selain ulung dalam tendangan penalti. Namun sisi negatifnya muncul dari sikapnya yang temperamental. Inilah yang harus dibenahi Sajuri Syahid jika tak ingin merugikan timnya.
Lebih lanjut Wikan menambahkan, manajemen hari ini juga, Minggu (18/3) akan mendaftarkan sang pemain via Email ke PT LPIS. Untuk berkas-berkas lain, disusulkan setelah kedatangan Ernest. “Tidak masalah walau hari ini pas hari libur, kita kirim form pendaftaran kolektif sebelum jam 12 malam nanti,” terang Sekretaris Persiba tersebut. Secara pribadi, Wikan optimis Ernest akan lebih baik ketimbang Cristori karena memiliki kecepatan. “Tinggal masalah fisik saja, karena setengah musim tidak bermain bola. Saya pikir tim pelatih bisa menggenjot stamina Ernest sebelum dimainkan melawan Bontang FC, 7 april 2012,” tambahnya. Mengenai nasib Emmanuel Cristori, sejauh ini belum satupun klub yang resmi meminang El-Toro, meski sudah dilepas manajemen. “Setahu saya baru PSS dan Persikab Bandung yang menyatakan minat. Mungkin seminggu kedepan baru jelas, toh pendaftaran pemain untuk Divisi Utama lain dengan IPL,” terang Wikan. Well, semoga harapan pendukung Persiba Bantul agar lini depannya makin tajam bisa terpenuhi.
Briyanto AS : Kami Sudah Berusaha Mendapatkan Osas
Kegagalan mendatangkan Osas Saha tentu mengecewakan banyak pihak. Bagi fans Persiba Bantul maupun Paserbumi, kekecewaan tersebut sudah pasti dialamatkan kepada Manajemen, dalam hal ini Briyanto AS, selaku manajer tim. Di saat batas transfer window berakhir 18 Maret 2012 besok, rasanya imposible mendapatkan striker baru dalam tempo sesingkat itu. Terus bagaimana langkah manajemen kedepan ? berikut petikan wawancara eklusife admin dengan Briyanto AS, Juma’t (17/3) malam.
Admin :Setiap kegagalan mendatangkan pemain buruan, nama bapak yang selalu disalahkan.
Briyanto : Itulah kalau selalu percaya dengan media cetak. Kadang wartawannya asal nulis meski saya tidak ngomong. Ndak usah Saya sebutkan nama koran lokal tersebut, namun pada intinya, Saya tidak pernah menjanjikan, tapi mengusahakan. Namanya mengusahakan tentu tidak selalu berhasil, lain kalau Saya bilang janji.
Admin :terkait Osas Saha, bagaimana cerita sebenarnya
Briyanto : Soal harga yang diminta Osas kita tidak ada masalah. Osas sendiri juga tertarik bergabung disini (Persiba), apalagi dia mengaku sudah 2 bulan tidak menerima gaji. Namun pihak PSMS ISL, kata Osas menahan dokumen penting miliknya, seperti Pasport dan KITAS. Tentu kita bisa mengontrak pemain tanpa dokumen yang disyaratkan PT LPIS selaku regulator IPL. Menurut Saya kurang fair -lah mereka. Kalau disini, manajemen tak pernah menahan Pasport pemain asing.
Admin : terus apa langkah selanjutnya
Briyanto : Kami mau fokus dulu ke kongres Tahunan PSSI di Palangkaraya, sembari melihat bagaimana perkembangan PSSI selanjutnya. Harapannya tentu kompetisi tetap berlanjut dan tidak ada sanksi dari FIFA. Soal pengganti Cristori, nanti bisa tanya Wikan (Wikan Werdho Kisworo, Sekretaris tim ).
Admin : Batas transfer pemain kan berakhir tanggal 18 maret nanti
Briyanto : Ya nanti kita mintakan dispensasi ke LPIS, berupa tambahan waktu transfer pemain bagi Persiba.
Admin : Adanya kekhawatiran dari Paserbumi apabila klub-klub IPL diturunkan kastanya bila KPSI menang dan memegang PSSI?
Briyanto : Tidak semudah itu mas..Persiba tetap harus di level tertinggi entah siapa yang memimpin PSSI, wong itu sudah hak kita selaku Juara Divisi Utama. Jelas Saya akan perjuangkan mati-matian.
Admin : Bapak sepertinya jarang di Bantul mendampingi Persiba
Briyanto : Betul mas, saya lebih banyak di Jakarta. Tetapi semua itu demi Persiba, khususnya dalam masalah pendanaan. Meski dana itu ada di Konsorsium, kalau kita tidak aktif, cairnya juga susah. Paling tidak dalam sebulan, Saya harus mengusahakan uang sekitar Rp 800 juta untuk biaya operasional Persiba, termasuk mencarikan bonus kemenangan. Bukan perkara gampang mengelola uang Milyaran, dan Alhamdulillah, sejak dipimpin oleh Bapak Idham Samawi, pembayaran gaji pemain bisa dibilang lancar.
Selain itu, jabatan sebagai manajer Timnas U-17 membuat Saya harus sering berada di Jakarta. Tugas Saya bersama PSSI juga sedikit banyak meringankan Persiba, khususnya jika ada masalah dengan Komdis.
Admin : sedikit flash back, mengapa belum juga ada sponsor
Briyanto : Sebetulnya BNI 46 hampir menjadi sponsor. Namun Dualisme kompetisi membuat Bank tersebut menunda kerjasamanya dengan kita. 3 modal utama yang dimiliki Persiba ( Suporter yang banyak – Infrasrtuktur berupa Stadion yang berlampu – Manajerial yang teraudit ) adalah nilai jual Persiba di mata sponsor, yang benar-benar harus kita jaga.
Admin : Punya kesan sendiri tentang suporter Persiba/ Paserbumi
Briyanto : Paserbumi saya kenal sebagai suporter yang kreatif, punya ciri tersendiri dan tidak anarkis, imagenya positif. Kita (Persiba) tidak ada apa-apa kalau tanpa Paserbumi.
Saya juga sering menyempatkan membaca website Paserbumi.com. Namun kadang Saya kecewa dan merasa Nglokro kalau membaca komentar yang nadanya miring dan kurang sopan pada saya. Di katain inilah.. itulah yang tidak etis. Kedepan, Koperasi Paserbumi agar secepatnya bisa terwujud. Karena banyak manfaat yang kita dapat dari situ.
Profil Pemain : Ugiek Sugiyanto Berharap Tandemnya Seperti Udo
Diantara deretan pemain lokal non Bantul yang masih bertahan sejak musim 2006-2007 hanya ada 1 orang, dialah Wusono Budi Ugiek Sugiyato. Striker kelahiran Malang, 18 Juni 1981, mampu membuktikan kualitasnya sebagai penyerang handal selama hampir 6 musim. Meski postur kurang ideal untuk ukuran striker masa kini (166 cm), Ugiek menutupinya dengan akurasi, speed serta fighting spirit selama di lapangan. “Ugiek itu selalu bisa diandalkan, ngotot dalam bermain dan stabil permainannya,” puji Wikan Werdho Kisworo. Penampilannya yang cemerlang saat menghajar Persema 3-1 (12/3), tak heran membuat sang lawan berkeinginan memboyongnya ke Malang. Namun Ugiek tak bergeming, karena Persiba-lah dirinya bisa menjadi seperti sekarang ini.

Karir Sepakbola profesional Ugiek dimulai dari klub Persitema Temanggung, sepuluh tahun silam. Semusim di kota Tembakau, dirinya hijrah ke PSIM Yogyakarta. 3 tahun di klub tertua se DIY, Ugiek bahkan sempat mengecap nikmatnya menjadi Juara Divisi I tahun 2005. Jadi bukan hanya Busari saja, yang mengoleksi 2 medali juara level kedua liga Indonesia. Sayang, ketika PSIM naik ke kasta tertinggi, jasanya tak dibutuhkan lagi. Bersamaan diwaktu itu, Persiba Bantul tengah membangun kekuatan baru Sepakbola Yogyakarta. Bersama Marjono dan Seto Nurdiyantoro, ketiganya ikut andil dalam membesarkan klub kebanggaan warga Bantul, saat berjuang di Divisi I PSSI. Dari mulai dilatih Nandar Iskandar sampai M basri, pengidola Andry Sevcenko selalu tampil spartan meski tidak selalu menjadi pilihan utama. “Saya pernah duet dengan M Eksan, Michel Bobouaken, Indryanto Nugroho, Ezequiel, Fery Setyawan, Fortune Udo, Kaimu hingga Cristori, semua memiliki kesan,” ucapnya. Namun ia mengakui, duetnya bersama Fortune Udo adalah yang paling berkesan sepanjang hidupanya. “Kami memiliki Chemistry yang kuat, saling mengerti di lapangan, pokoknya cocok banget,” tambah Ugiek. Tak heran, di pentas IPL musim 2011-2012, ia mengaku kesulitan berduet dengan Cristori yang sedikit pendiam, sangat beda dengan Fortune Udo lebih komunikatif.
Dibawah kendali Sajuri Syahid, optimisme membawa Persiba bisa berprestasi laiknya musim lalu, melebihi ambisinya menjadi Top Skor. Sungguh betapa dirinya lebih mengutamakan kepentingan tim ketimbang pribadi. “Kemenangan tim adalah yang utama, syukur bisa mencetak gol, karena itu tugas striker,” jelasnya. Ugiek tak mempermasalahkan siapa tandemnya di lini depan mulai putaran kedua nanti. Yang ia harap adalah secepatnya bisa saling mengerti. “Pak Sajuri itu pelatih yang bisa ngemong sama pemain, dia bisa memotivasi dan tim ini seperti memiliki keberuntungan jika dipegang beliau,” paparnya. 4 gol telah dicetaknya hingga akhir putaran pertama, dan diyakini akan bertambah di putaran kedua nanti. Selain karena menjadi pilihan pertama Sajuri, ia juga telah mengetahui kekuatan calon rivalnya. Ugiek juga berharap tak mendapat cidera lagi. Bukan rahasia lagi, tulang kura-kura kaki kanannya termasuk rawan kambuh bila mendapat tekel bek lawan. Itu pula yang membuat produktivitas golnya kadang terganggu.
Nama : Wusono Budi Ugik Sugiyanto
Ttl : Malang, 18 Juni 1981
TB/BB : 166 cm/ 67 kg
Nama Isteri : Aida Agustini
Anak : Dissy Lovenia Budi J – Diyadani Nines Neymar Budi
Best moment : Semi final DU Liga Ti-Phone 2011. Mencetak hattrick yang membuat Persiba menang 5-2 atas Persidafon Dafonsoro
Jumlah gol : 2006-2008 (* tidak tercatat
2008-2009 – 4 gol
2009-2010 – 10 gol
2010-2011 – 7 gol
2011-2012 (* 4 gol sementara
Review Persiba di Putaran Pertama IPL
Meskipun belum semua klub menyelesaikan putaran pertama IPL musim 2011-2012, namun tim berjuluk Laskar Sultan Agung ini telah merampungkan separo perjalananannya. 11 kali bermain dengan mengemas nilai 18 (5 kali menang – 3 kali seri – 3 kali kalah) posisi Wahyu Wijiastanto dkk, setidaknya tak akan terlempar dari posisi 4 besar. Walau secara peringkat termasuk lumayan, namun dari segi produktivitas gol bisa dikatakan tidak memuaskan.
Ekspektasi pendukung Persiba Bantul kepada Emmanuel Cristori agar bisa menjadi mesin gol ternyata macet. Dari 13 gol memasukan, El-Toro hanya menyumbangkan 1 gol!. Justru Ugiek yang cemerlang di paruh musim dengan donasi 4 gol. Palu telah diketok manajemen, dan striker berjuluk cristorres hanya berumur setengah musim di Bantul. Kini tinggal menunggu janji manajemen, siapakah yang bakal didatangkan di transfer window kedua ini.
Selain membawa tumbal Cristori, nasib pelatih M Basri-pun nyaris serupa. Selain berdasar rentetan 2 kali imbang di kandang (melawan Persiraja dan PSMS) pendukung Persiba Bantul atau Paserbumi, menilai M Basri gagal mempertahankan ciri khas permainan satu-dua sentuhan seperti musim lalu. Beruntung, manajemen akhirnya bisa membuat keputusan cerdas dengan menempatkan M Basri sebagai Direktur tehnik, sementara Sajuri Syahid diberi kewenangan penuh memegang tim.
Menghadapi putaran kedua IPL serta even Piala Indonesia, pembenahan terhadap kedalaman skuad mutlak adanya. Diet kuantitas pemain Persiba merupakan salah satu opsi untuk mengejar kualitas. Tak hanya pada legiun asing, pemain lokalpun bisa dikurangi, tetapi tidak untuk putra asli Bantul. Sayang bila manajemen hanya memberi gaji buta tapi minim kontribusi. Atau jika merasa pekewuh, trik musim lalu sah-sah saja dilakukan, yakni Rasionalisasi gaji. Jika permasalahan diatas bisa ditangani dengan benar, bukan tidak mungkin Persiba akan berprestasi diakhir kompetisi.
‘Magis’ Sajuri Bawa Persiba Bekuk Persema 3-1
Oh, oh, oh, it’s magic, you know
Never believe it’s not so
It’s magic, you know
Never believe it’s not so
Sepenggal lirik lagu yang menjadi sound track sepeda motor matic, tampaknya tepat untuk menggambarkan betapa ‘magis’ Sajuri mampu menjawab kepercayaan yang diberikan manajemen. Tripoin pertama semenjak kemenangan 1-0 atas Arema (5/2), membuat ribuan Paserbumi di Stadion Sultan Agung (12/3) larut dalam kegembiraan. Kesuksesan membekuk Irfan Bachdim dkk 3-1 dalam lanjutan kompetisi IPL musim 2011-2012, menjadikan peringkat Persiba naik satu strip di posisi dua klasemen sementara dengan 18 poin.
Berita Terbaru
- Persiba Bantul Krisis Penjaga Gawang
- Diwarnai Kartu Merah, Persiba Ditahan Kabau Sirah 1-1
- Johan Manaji Tak Sabar Bertemu Semen Padang
- Slamet Widodo, Persiba Masih Bisa Juara IPL
- PT LPIS Tolak Permintaan Persiba
- Laga Kontra Semen Padang Terancam Mundur
- 4 Pemain Persiba Berangkat ke Palestina
- Agus Marwanto Tampil cemerlang, Timnas Ditahan Imbang 1-1
- Persiba Bekuk Perseman 2-0
- Piala Indonesia : Persiba Siap Taklukan Perseman
Pencarian Informasi
Foto di Flickr
- Kalawarti Paserbumi Bantul is out! http://t.co/U12z4SRy ▸ Top stories today via @IPLstatistic @jokocho @ndukcyank
- Persiba Bantul Krisis Penjaga Gawang http://t.co/5u4lzp0v
- Doa dari kami untukmu @wtn1986 cepat sembuh ceng !!
- RT @MatiasIbo: Operasi di kepala wahyu tri, kiper #TIMNASINDONESIA sukses..! Dia sekarang di ICU beristirahat.. Trimakasih atas doanya...
- RT @MatiasIbo: Update kiper #TIMNASINDONESIA wahyu tri nugroho yang cedera serius dan foto pertandingan di http://t.co/HoH5zPXb


