Coaching Clinic With Edy Harto
Pengcab PSSI Bantul bekerja sama dengan Manajemen Persiba, Senin (5/07) sore ini mengadakan acara bertajuk Coaching Clinic penjaga gawang. Kegiatan yang berlangsung di Stadion Sultan Agung Bantul ini, dikhususkan untuk seluruh Kiper yang memperkuat tim-tim dari Divisi ll hingga Divisi Utama Pengcab PSSI Bantul, plus Protaba. Coaching Clinic atau pelatihan singkat kali ini, ditangani langsung oleh Edy Harto. Mantan Kiper Timnas di era 90′an awal yang sekarang juga menjadi pelatih penjaga gawang Timnas Senior, memang memiliki komitmen untuk memajukan Sepak Bola Bantul. Sungguh sebuah kegiatan mulia ditengah santernya makna Profesionalisme.
Sambutan positif muncul dari Yuda, Penjaga gawang klub Tria Naga Trirenggo Bantul. “Sangat senang sekali dengan acara ini, karena bisa menimba ilmu tentang kiper langsung dari pak Edy Harto, kan belum tentu diadakan setahun sekali,” Imbuh Yuda.
Edy harto sendiri memang menginginkan munculnya penjaga gawang asal Bantul yang tangguh. “Sayang kalau banyak bibit bagus tapi tidak terasah dengan benar,” katanya setengah prihatin. Memang di pos penjaga gawang, Persiba sedikit tertinggal dengan PSIM maupun PSS. Kedua tim tetangga itu selalu menempatkan Kiper lokal sebagai Kiper nomer satu. Sedangkan Persiba hanya memiliki Agus Marwanto.
Materi pelatihannya meliputi Pembentukan otot-otot, kecepatan reaksi, posisi dan membaca situasi di area penalti. Mayoritas kiper klub lokal selama ini hanya belajar otodidak serta dari pengalaman di kompetisi lokal. Jelas sangat minim mengingat teori tentang kiper tidak sesederhana itu.
Semoga program pelatihan ini bisa berlanjut alias tidak hanya sekali. Kedepan berharap akan muncul Kiper tangguh dan berkualitas, tidak hanya untuk Persiba tapi juga untuk Indonesia.
JOHAN MANAJI “Kecil-kecil cabe rawit”
Tanggal 28 Juni 2010, Johan Manaji tepat berumur 21 tahun. Artikel kali ini akan sedikit mengupas sosok pemain tengah bernaluri menyerang asli kelahiran Bantul, yang tumbuh berkembang juga di Kota Geplak. Harapannya tentu saja agar memotivasi lahirnya Johan Manaji baru, Nopendi baru, Slamet Widodo baru, Agus Marwanto baru dan Erik Irawan baru. Karena merekalah nantinya yang akan mengibarkan panji-panji PERSIBA BANTUL.
Fisiknya tidak mengesankan sebagai seorang pesepakbola handal. Namun seperti pepatah dari luar sana “Don’t judge the book by the cover” jangan menilai seseorang dari luarnya. Adalah Rully Nere, mantan pelatih Persiba yang kini menukangi Pro Duta fc, pernah memandang remeh pemain satu ini. Tapi fakta di lapangan berbicara lain, tendangan maupun gocekannya, terbilang di atas rata-rata. Dan dibawah asuhan Eduard Tjong, perfomance-nya semakin terasah. “Johan itu kecil-kecil cabe rawit, skill dan tehniknya tak kalah dengan pemain senior,” puji sang pelatih. Tapi siapa sangka, saat SD dulu Dia pernah bercita -cita menjadi pemain Bulutangkis.
Johan kecil memang suka bermain Badminton selain bermain sepak bola di lapangan Pasutan, bahkan orang tuanya juga mendukung. Dasar berbakat, sejak masuk SSB Melati Muda, kemampuan mengolah si kulit bundar sudah terlihat. Hal itu tak luput dari pengamatan Sadjuri Syahid ( pelatih klub Melati Muda serta Asisten pelatih l Persiba ). Atas rekomendasi beliaulah, Johan Manaji magang di tim Persiba Bantul dan meningkat hingga pemain utama di skuad kebanggaan Paserbumi ini.
“Sejak di SSB, cita-cita menjadi pemain bola (Persiba) semakin besar. Dan Alhamdulillah, kini Saya benar-benar bermain disini, seperti mimpi yang menjadi kenyataan,” ungkap Johan mengenang masa kecilnya. Merasa sepakbola adalah jalan hidupnya, pengidola Firman Utina ini tak segan – segan berguru pada seniornya, Seto Nurdiyantoro. “Dari Lek Seto (panggilan akrab Seto N) Aku belajar bagaimana jadi pemain di dalam lapangan maupun luar lapangan,” terang Johan.
Selama membela tim Laskar Sultan Agung, Micoud (sapaan lain bagi Johan) punya dua memori tak terlupakan. Gol pertama selama memperkuat Persiba di ajang kompetisi resmi, kala menekuk PSS Sleman 3-1 di Stadion Sultan Agung musim 2008-2009. Memori kedua, kekalahan dari Persiram Raja Ampat di Bone saat babak 8 Besar lalu. Namun begitu, asa mengantarkan Persiba ke Liga Super tak akan pernah surut dibentangakan.
Eduard Tjong tentang Johan Manaji
Johan Manaji adalah pemain yang punya nyali dan mental bertanding yang baik. Fisik boleh saja kecil, tapi kualitas mampu bersaing dengan seniornya. Yang harus ditambah oleh Johan adalah body-nya, serta stamina ditambah lagi. Ini pemain 2 tahun lagi akan menjadi incaran banyak klub. Asal mampu menjaga konsistensi permainan.
tips Johan agar bisa menjadi pemain bola handal
Latihan yang tekun dan keras, entah dari SSB ataupun klub lokal. Jangan cepat merasa puas dengan kemapuan sekarang serta belajar dari pemain-pemain senior. Untuk menjaga kondisi fisik, latihan minimal 2 kali seminggu.
Johan Manaji tentang Paserbumi
Sangat-sangat berterima kasih banyak atas dukungannya selama ini. Karena terus mensupport Persiba baik kandang maupun tandang, kalah atau menang.
lain-lain tentang Johan Manaji
Meneruskan kuliah di UNY selama libur kompetisi. Up date FB sembari mendengarkan lagu-lagu PAS Band dan Blink 182. Penggemar berat sate kambing muda tapi juga oke berkaraoke. Setelah Italia tumbang, kini beralih mendukung Argentina di Piala Dunia 2010. Untuk klub luar negri, tetap juventus favoritnya. Lulusan SD Muhammadiyah 1 Pepe, SMP 1 Bantul dan SMA 1 Bantul.
Uji Coba: Persiba Cukur PSSB Bawuran 6-0
Meski tanpa diperkuat pemain asing, tim Laskar Sultan Agung, Persiba Bantul masih terlalu tangguh atas kesebelasan Divisi Utama Pengcab PSSI Bantul, PSSB Bawuran Pleret. Empat gol bersarang di gawang Bawuran pada babak pertama, melengkapi setengah lusin total gol pada pertandingan ujicoba yang berlangsung selasa sore (22/6) di lapangan Bawuran Pleret Bantul. Slamet Nurcahyo, Johan Manaji, Slamet Widodo dan Erik Irawan sukses mencetak gol di 45 menit pertama, sebelum dilengkapi 2 gol diparuh kedua lewat sontekan pemain magang Firda Nur Zaman serta Slamet Widodo. Ini adalah kemenangan 6-0 beruntun, setelah Jumat lalu menggunduli Guwosari fc dengan skor sama.
Tampilnya Playmaker yang juga pemain Persiba paling favorit via polling, Slamet Nurcahyo, benar-benar terasa pengaruhnya. Baru 4 menit berjalan, tendangan SNC langsung membobol jala Bawuran Fc. Selanjutnya Johan Manaji kembali menambah gol Persiba di pertengahan laga, meski sempat di blok penalti-nya, namun bola rebound mampu diteruskan menjadi gol. Slamet Widodo, yang oleh Edu sore tadi diplot pada sayap kanan, berhasil menyarangkan bola ke gawang Bawuran setelah terjadi kemelut di area penalti tuan rumah. Sedang Erik Irawan menutup pesta gol dibabak pertama lewat heading.
Usai turun minum, Agus Marwanto masuk menggantikan kiper Wahyu Tri Nugroho. Tidak hadirnya Ugiek, membuat SNC maju sebagai striker. Penampilan gemilang dicatat oleh pemain magang dari Protaba, Firda Nur Zaman. Walau beroperasi di sektor tengah lapangan, namun tak jarang penetrasi-nya merepotkan bek-bek Bawuran. Tendangan keras dan akuratnya akhirnya membobol gawang Dian, sebelum kembali Slamet Widodo memantapkan gol ke-6 untuk Persiba Bantul. Hingga bubaran, skor 6-0 bertahan dalam pertandingan yang disaksikan ratusan masyarakat Bawuran tersebut.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris tim Persiba, Wikan Wirdho Kisworo menjelaskan bahwa setiap Selasa diusahakan selalu ber-ujicoba. “Rencananya kita Safari ujicoba di tiap lapangan yang dipakai kompetisi lokal Bantul,” imbuh Wikan. “Kalau tidak mengalami perubahan, Selasa depan kita di lapangan Jambidan, setelah itu ke Segoroyoso,” tambahnya lagi. Disinggung keberadaan pemain Bagong Ansyori, Wikan menjelaskan kembali kalau belum ada deal-deal tertentu dengan eks pemain PSS tersebut. “Tunggu saja usai manajemen baru terbentuk,” katanya diplomatis.
Kompetisi ISL Tahun Depan Tetap Satu Wilayah
PT Liga Indonesia (PT LI) benar-benar tidak ingin ada polemik mengenai format kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim mendatang. Mereka memastikan tidak akan ada perubahan format kompetisi serta jumlah tim yang bakal berlaga di kompetisi paling elite di Indonesia tersebut.
Bahkan, PT LI berencana memangkas jumlah tim yang nanti berlaga di ISL. Namun, pemangkasan jumlah tersebut tak akan terjadi dalam waktu dekat, melainkan pada musim 2011-2012.
“Kami akan memotong jumlahnya hanya menjadi 14 klub,” terang Andi Darussalam Tabussala, direktur PT LI, Minggu (20/6).
Menurut dia, jumlah 18 klub yang bertanding di ISL dianggap AFC (Federasi Sepak Bola Asia) terlalu banyak. Karena itu, satu-satunya cara adalah mamangkas jumlah tim yang akan berlaga di ISL.
“Mereka memang menilai seperti itu. Mungkin dengan adanya pemotongan tersebut, tingkat kompetisi lebih baik lagi,” sebut Andi.
Dia juga menepis anggapan adanya upaya PT LI untuk membantu sebuah klub agar bisa bertanding di ISL musim mendatang. Dia menegaskan bahwa PT LI tetap akan memegang aturan main yang sudah disepakati. Yakni, mempertahankan jumlah kontestan di ISL 2010-2011 sebanyak 18 klub yang bertanding dalam satu wilayah.
Manajemen Belum Berani Kontrak Pemain
Sejumlah nama-nama pemain yang beredar di Kompetisi Liga Joss 2009/2010, berminat memperkuat Persiba Bantul di musim mendatang. Meski Manajemen telah memiliki 10 pemain incaran, namun menurut Wakil Manajer bidang operasional, Bagus Nur Edi Wijaya, hal itu tidak menjadi masalah. Bahkan pihaknya merasa diuntungkan karena banyaknya pilihan pemain. “Bisa buat jaga-jaga, bila pemain yang kita incar tidak jadi bergabung,” jelas Bagus. Menurutnya, ada pemain eks Persidafon, Bruno Chasmir yang menawarkan diri untuk bergabung, selain Imral ‘korea’ Usman, Dicky Fajar dan Garba mountala.
Menurut Bagus, hingga saat ini pihaknya belum bisa bertindak atas ketertarikan sejumlah pemain tersebut. “Ya, Kita belum bisa memutuskan sebelum Manajemen baru musim depan terbentuk,” kata Bagus memberikan alasan. Ditambahkannya, pengurus mendatanglah yang bertanggung jawab atas segala perekrutan pemain, tentu makin cepat akan makin baik.
Sementara itu, mulai Selasa (22/6) besok, Persiba kembali berlatih. Jadwal latihan yang biasanya Rabu dan Juma’t sore, dirubah ke Selasa dan Kamis sore. Tempat berlatih bisa di Stadion Sultan Agung maupun lapangan lain yang tidak terlampau jauh dari Mess. Selain untuk mengatasi kejenuhan, sekaligus mengaktifkan kembali pemain magang Persiba.
Dari hasil Piala Suratin U-18 Yogyakarta, tim Protaba sukses mencukur Persikup Kulon Progo 3-1 di lapangan Angkasa komplek AAU. Tiga gol dibuat lewat Hattrick Dinan. Sayang, Persiba U-18 gagal menyusul Protaba. Bermain di kandang sendiri, lapangan Semail Sewon, tim asuhan Ananto ini harus menyerah dari tamunya Psim Yogyakarta 0-1.
Berita Terbaru
- EZZEGOAL is Back !! Persiba Bekuk Arema 1-0
- Arema – Persiba Bantul : Ulangi Kemenangan Surabaya
- Cristori dan Bizzaro tak Dibawa M Basri ke Malang
- Sajuri dan Beny Menanti Sanksi Komdis PSSI
- Paserbumi Tour ke Malang, Statistik Persiba-Arema
- Bintang Baru Persiba, Cornelis Kaimu
- Cornelis Kaimu ‘Buntungkan’ Bajul Ijo
- M Basri Realistis, Nopendi Optimis
- M Basri Bawa Riyanto ke Surabaya
- Ezequiel Gonzales Legenda Baru Persiba
Pencarian Informasi
Foto di Flickr
- EZZEGOAL is Back !! Persiba Bekuk Arema 1-0 http://t.co/kZHqljPF
- RT @sicopetlucu: Pulanglah dengan tertib, wahai suporter @Brajamusti_YK @Paserbumi. Udah mau maghrib, jaga kesantunan.
- Maturnuwun mamen EZZE !!! maturnuwun punggawa laskar Sultan Agung http://t.co/K5Wdhj7d
- RT @NGRHEKA: Puk Puk WTN :) Cc @paserbumi @persiba #PASERBUMImigrant
- RT @gaet_ibre: Alhamdulilah menang. Gak siasia ntn di stadion.


