Paserbumi Gelar Nonton Bareng Final Piala AFF
Tidak bisa mendukung secara langsung kiprah Tim Nasional pada laga Final Piala AFF di Malaysia, Paserbumi juga tidak mau ketinggalan dengan yang lain. Pertandingan Final Leg 1 Paserbumi menggelar nonton bareng di Mess Persiba Bantul. Sebagai bentuk dukungan pada Tim Nasional, dari awal babak penyisihan Piala AFF, Paserbui selalu memberikan dukungan langsung di Gelora Bung Karno. Paserbumi yang ada di wilayah Jakarta, Bekasi, Tangerang, Cikarang, Karawang, Depok ditambah yang langsung dari Bantul dapat memberikan dukungan langsung di stadion.
Sedangkan Liga Ti-Phone yang libur mulai tanggal 21 Desember 2010, akan segera berputar pasca piala AFF akan serentak lagi mulai 3 Januari 2011. Melihat Jadwal yang dikeluarkan PSSI pada laga lanjutan akan menggelar 14 pertandingandari grup 1-3. Di Grup 1 PERSIRAJA vs PERSIPASI, PSAP vs PERSITA, PSMS vs PERSIH, PS. BENGKULU vs PSSB, sementara di grup 2 ; GRESIK UNITED vs PERSIKOTA, MITRA KUKAR vs PSIS, PERSIS vs PSIM, PPSM SAKTI vs PERSIK, PERSEMALRA vs PERSIKAB. sedangkan di grup 3 akan bertanding ; PERSIBA vs PSBI, PSS vs PERSEKAM METRO FC, PSMP vs PERSERU, PERSIPRO vs PERSIDAFON, BARITO PUTRA vs PERSEBAYA.
Tiga Pilar Squad Persiba dipastikan Absen
Pada laga 3 Januari 2011 menghadapi PSBI Blitar, Persiba Bantul akan kehilangan 3 pemain pilar dan dipastikan absen ; Arwin , Fortune Udo dan Bruno Casmir yang masih cidera. Tanpa tiga pilar itupun Persiba tetap optimis bisa mengatasi PSBI Blitar. Dukungan Paserbumi dan pecinta bola diharapkan dapat memberikan suntikan semangat pemain untuk memenangkan pertandingan.
| PERSIRAJA | PERSIPASI |
| PSAP | PERSITA |
| PSMS | PERSIH |
| PS. BENGKULU | PSSB |
| GRESIK UNITED | PERSIKOTA |
| MITRA KUKAR | PSIS |
| PERSIS | PSIM |
| PPSM SAKTI | PERSIK |
| PERSEMALRA | PERSIKAB |
| PERSIBA | PSBI |
| PSS | PERSEKAM METRO FC |
| PSMP | PERSERU |
| PERSIPRO | PERSIDAFON |
| BARITO PUTRA | PERSEBAYA |
Persidafon-Persiba 2-1 Kalah Kontroversial
Rekor 4 laga tanpa kalah plus tak pernah kebobolan, akhirnya terhenti di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Senin (20/12). 2 gol dari Abell Ceillo serta Patrick Wanggai, hanya mampu ditipiskan Anwaruddin lewat free kick indahnya. Kekalahan yang juga tak lepas dari kepemimpinan Wasit Hadi Suroso, bagaimana tidak, sejak menit 13, Persiba harus bermain dengan 10 orang menyusul dikeluarkannya Arwin. Perjuangan bertambah berat karena skuad Laskar Sultan Agung tampil tanpa 2 pilar utama, Ezequiel Gonzales dan Bruno Casmir. Meski takluk 2-1, posisi Persiba Bantul masih berada di 3 besar klasemen sementara Grup lll Liga Ti-Phone 2010-2011.
Arwin terkena Kartu Merah
Tampil dengan formasi terbaru 3-6-1, Edu terlihat ingin memperkuat lini tengahnya. Nopendi, Busari, Arwin, Choirul Anam, Anwaruddin serta Xyz Roeroe, diharapkan bisa meredam Eduard Ivak Dalam dkk, sekaligus menyuplai bola ke lonely Striker Fortune Udo. Trio bek Slamet Widodo, Wahyu Wijiastanto maupun Ahmad Taufiq, tetap dipercaya Edu guna mengamankan gawang WTN.
Sayang, pertandingan baru berumur 13 menit, gelandang bertahan Arwin harus dikeluarkan Wasit akibat protes berlebih. Sebelumnya, di menit ke 9 mantan pemain PSM ini sudah mengantongi Kartu Kuning untuk hal yang sama. Walau bermain dengan 10 pemain, tuan rumah yang dimotori Paulo Rumere, Patrick Wanggai terlihat kesulitan menembus pertahanan Persiba. Baru 5 menit jelang babak pertama usai, Abell Ceilo mampu ‘memerawani’ gawang WTN. Gol yang berawal dari tendangan mendatar Ernest Jeremiah di sisi kiri gawang Persiba. Bola berhasil ditubruk oleh WTN bersamaan itu pula, Abell Ceilo menendangnya hingga terlepas dan bergulir ke gawang. Skor 1-0 tak berubah hingga jeda.
Wasit sahkan gol Offside Persidafon
Diawal paruh kedua, Andro Levandy dimasukan Edu untuk menggantikan Choirul Anam. Ketika ritme permainan mulai membaik, lagi-lagi pengadil lapangan hijau mensahkan gol kedua tuan rumah yang jelas-jelas Offside. Saking kesalnya memprotes gol tersebut, Eduard Tjong juga menerima Kartu Merah dari Wasit Hadi Suroso. Tertinggal 2 gol tidak membuat semangat Wahyu Wijiastanto dkk jatuh. Justru Anwaruddin via free kick di menit 70, sukses mengoyak jala kiper Celcius Gebze. Asisten pelatih Sajuri Syahid, kemudian memasukan Johan Manaji serta Reffelino, namun tetap saja tak bisa menghidarkan kekalahan pertama Persiba. Sebelum bubaran, Fortune Udo juga mendapatkan Kartu Kuning dari Hadi Suroso.
wasit jauh lebih angker dari Stadionnya
Dalam artikel sebelumnya, Stadion Barnabas Youwe memang angker bagi setiap tim tamu. Keangkeran tersebut tidak semata-mata karena materi pemain tuan rumah, tetapi lebih karena korps Baju Hitam alias Wasit. Usai laga Super Monday sore tadi, Edu enggan menaggapi penyebab kekalahan tim asuhannya. “Sudah bosan mas. Itulah mengapa banyak tim yang pindah ke LPI, anda tau sendirilah,” ujar Edu singkat.
Sementara 2 punggawa Persiba, juga senada tentang kepemimpinan Wasit. “Aku tadi cuma protes karena choirul Anam terjatuh, tapi tiba-tiba wasit ngasih kartu merah,” beber Arwin saat ditanya Admin Web. “Jelas ada 2 pemain Persidafon Offside, makanya mereka gak percaya ketika Patrick Wanggai disahkan golnya,” ungkap WTN atas kejadian gol kedua tuan rumah. Sedang tim tetangga PSS Sleman, gagal mempertahankan keunggulan 1 gol dibabak pertama. Perseru serui di masa injury time berhasil mencetak gol penyeimbang 1-1.
Persidafon vs PERSIBA : Optimis Tanpa Ezze dan Bruno Casmir
Sukses mendulang 3 poin dikandang Perseru, membuat moral Wahyu Wijiastanto dkk bertambah. Ini adalah partai ‘Big Match’ di Grup lll Liga Ti-Phone, mengingat kedua kesebelasan berada di papan atas klasemen sementara. Bagi sang pelatih Eduard Tjong, laga nanti menjadi ujian berat bagi anak asuhnya sekaligus uji kejeniusan sebagai pelatih berlisensi A.
Salah satu hal yang menarik adalah, masih akan perawan-kah gawang Wahyu Tri Nugroho nanti, menilik rekor 360 menit belum pernah kebobolan. Dari 39 tim kontestan Liga Ti-Phone, Persiba Bantul setidaknya berbangga karena gawangnya masih steril. Persidafon musim lalu lebih Superior ketimbang skuad Laskar Sultan Agung. Tim yang berjuluk ‘Gabus Sentani’ ini, 2 kali mengangkangi Persiba baik Home maupun Away. Namun bola tetaplah bundar, dengan menganalogikan penampilan Malaysia di piala AFF. Siapa sangka, usai di ganyang 5-1 oleh Indonesia di pertandingan awal, justru bisa menembus partai puncak. Yang jelas, siapapun pemenang di laga hari Senin (20/12) nanti, jaminannya adalah Capolista.
Stadion Barnabas youwe masih angker
Musim lalu, klub dengan jersey ala Udinese ini, mampu meraih poin penuh setiap tampil di Stadion Barnabas Youwe Sentani. Keangkeran itu tetap terjaga setidaknya hingga partai kandang ke-3, Persigo, Persebaya dan terakhir PSS, semua pulang dengan tangan hampa. Semua menjadi terang ta’kala melihat materi pemain Persidafon. Tidak sedikit talenta bola Papua ada di sini, lihat saja Eduard Ivak Dalam, Cristian Worobai, Patrick Wanggai, Edison Ames serta kiper Celcius Gabsze. Pemain asingnya juga berkelas, Ernest Jeremiah (eks Persipura), Abel Cello (eks Persibo) dan Juan Cirreli (eks Persebaya). Sayang, mantan pemain Persiba musim lalu, Dodi Kuswara hanya menjadi pemain cadangan. Sebaliknya, Bruno Casmir juga gagal menghadapi bekas klubnya karena akumulasi Kartu.
Menurut pelatih Persidafon, Agus Yuwono (eks Persik) dirinya tidak ingin mengecewakan pendukung fanatiknya, karena itulah kemenangan menjadi harga mati. “Kami bisa mengalahkan Persebaya dan Persigo, tentu Persiba-pun juga bisa kami kalahkan,” katanya yakin.
Siap tempur tanpa Ezze dan Bruno
Amat disayangkan, dalam duel keras besok, Persiba kehilangan 2 pilar utamanya, Ezequiel Gonzales serta Bruno Casmir. Namun Eduard Tjong sudah memiliki pemain pengganti. “Slamet Widodo aku pasang sebagai ganti Bruno Casmir, dan mungkin Ugiek yang didepan,” beber Edu. Sementara disinggung bagaimana pola yang akan diterapkan, Ayah dari Stevano De Arsela ini mengaku masih akan dibahas nanti malam. Bila melihat kekuatan Persidafon, tentu tidak akan jauh dari form 3-5-2 atau 4-5-1.
Dalam latihan Minggu pagi tadi, semua punggawa The Reds dalam kondisi fit dan siap tempur, kata Wikan. “Latihannya difokuskan pada perkuatan pertahanan, Counter attack disamping shooting dari luar penalti,” tambah Wikan. “Soal cuaca memang lebih panas dari Bantul, tapi tidak begitu masalah di pertandingan nanti,” sambungnya. Tanpa mengesampingkan faktor non teknis, 1 angka minimal bisa dibawa pulang, karena mental pemain mulai mengental.
Indonesia Bisa, Persiba Bisa
Perseru-PERSIBA 0-1 – 10 Pemain Persiba Menggoyang Marora
Stadion Marora Serui, Kamis (16/12) menjadi saksi bersejarah bagi Persiba Bantul. Untuk kali pertama, skuad Laskar Sultan Agung, mampu memetik angka pertama selama melawat ke ranah Papua. Tak hanya 1 poin, namun 3 poin absolut, sekaligus mempermalukan Perseru Mania yang memenuhi tribun ‘Liverpool’ (sebutan khusus laiknya RedZone di SSA) lewat gol tunggal Fortune Udo. Walaupun gagal merebut Capolista dari Persidafon, Kiper Wahyu Tri Nugroho memperpanjang rekor 4 kali pertandingan tanpa kebobolan di Grup lll Liga Ti-Phone 2010-2011.
pola 3-5-2 berbuah manis
Kejelian Eduard Tjong dalam menentukan Starting Line-Up layak diacungi jempol. Nopendi dan Anwaruddin yang biasa menempati bek sayap, oleh Edu digeser lebih kedepan. Sementara Wahyu Wijiastanto, Ahmad Taufik serta Bruno Casmir, menjadi benteng kiper WTN. Ditambah Arwin, Busari juga Choirul Anam, praktis 5 gelandang tersebut lebih menguasai lapangan tengah.
Tuan rumah yang mengandalkan Playmaker Julius Kwateh, kurang mampu berbuat banyak. Dari sebuah kerjasama di sisi kiri Perseru, Busari mengirimkan umpan silang kepada fortune Udo di area Penalti Perseru. Setelah berkelit dari bek tuan rumah, sepakan kesisi kanan gawang, gagal ditepis kiper Ahmad Syaful Amri. 1-0 Persiba unggul di menit 26. Menjelang usai babak pertama, Wasit Abu Dahir menganulir gol sundulan Ezzequiel karena dianggap Offside. Ezze yang mencoba menayakan pada Wasit, justru diganjar Kartu kuning. 2 peluang lain lewat Busari dan Fortune Udo, semuanya gagal menambah gol.
Ezze diusir wasit
Diawal paruh kedua, Edu terpaksa mengganti Bruno Casmir dengan Slamet Widodo. Stoper asal Kamerun tersebut cidera pada lutut karena terjatuh pada batu-batu yang ada di Stadion Marora. Meski begitu, tak mengurangi kekuatan tim pujaan Paserbumi sore itu.
Musibah datang di pertengahan babak kedua, Ezze yang coba komplain pada pengadil dari Pare-Pare, atas pelanggaran pemain Perseru, justru diberi Kartu kuning kedua sekaligus Kartu Merah. Dengan 10 pemain, Gaffer Eduard Tjong mau tak mau harus merubah orientasi permainan. Selain mengintruksikan memperlambat tempo, setiap pemain Persiba langsung membuang bola jika berada di depan kotak terlarang. Masuknya Andro Levandy dan Ugiek Sugiyanto, tetap tak merubah kemenangan bersejarah di bumi Papua Kamis sore itu.
Eduard Tjong mengaku puas dan bangga dengan anak asuhnya. Selain target manajemen tercapai, kemenangan itu juga dipersembahkan khusus untuk wakil manajer bidang operasional, Bagus Nur Edi Wijaya, yang berulang tahun hari itu.
Sementara Wikan Werdho kisworo menambahkan, Ezze serta Bruno Casmir dipastikan absen saat menghadapi Persidafon Dafonsoro Senin (20/12). Khusus untuk Ezze, selain tim terkena denda 2 juta, juga dilarang bermain 1 kali.
Perseru vs Persiba :Siap Lanjutkan Trend Kemenangan
Setelah rehat hampir 2 minggu, perburuan poin klub kebanggaan masyarakat Bantul, kembali dimulai. Meski harus bertandang ke pulau Yapen Papua Barat, guna meladeni tuan rumah Perseru Serui, dalam lanjutan Liga Ti-Phone, asa optimisme tetap membara di dada Wahyu Wijiastanto dkk. Tujuannya jelas, merebut poin pertama dalam sejarah Persiba di tanah Papua. Tentu bukan tanpa alasan, menilik dari grafik perfoma saat ini, anak asuh Eduard Tjong telah menunjukan kapasitasnya sebagai tim unggulan dibanding calon lawannya.
coba form 3-4-2-1
Persiapan serius demi merealisasikan target diatas, sudah dilakukan sejak awal bulan Desember. Dimulai dari peningkatan fisik pemain, finishing touch, uji formasi hingga adaptasi kondisi lapangan. Salah satu hasilnya adalah kemenangan telak 5-0 atas tim Diklat Salatiga di lapangan Tamanan (9/12) lalu.Tidak hanya itu, Manajemen Persiba juga memberangkatkan skuad Laskar Sultan Agung sehari lebih awal dari rencana. Harapannya, kelelahan akibat jauhnya jarak Bantul-Serui, bisa dieliminir dan pada hari Kamis (16/12) lusa, bisa tampil optimal.
” Alhamdulillah, kondisi seluruh pemain hari ini (Selasa, 14/12) semuanya fit. Rombongan sudah tiba di Serui sedari jam 15.00 wit dan telah melakukan latihan ringan,” terang Wikan Werdho Kisworo via pesan singkatnya. Agak terlambatnya kedatangan rombongan Persiba di Serui, dikarenakan cuaca buruk berupa hujan deras di Pulau Biak.
Edu sendiri telah menyiapkan formasi baru 3-4-2-1 untuk memuluskan impiannya. Pola yang menurutnya akan memberikan keseimbangan antara menyerang dan bertahan. “Anak-anak tidak masalah dengan formasi tersebut, karena sudah beberapa kali kita coba, yang penting pressing ke lawan harus lebih kuat,” jelas Edu. “Minta doanya saja, agar target meraih poin di Papua tercapai,” pungkasnya.
masih kurang jam terbang
Sebagai pendatang baru di level Kompetisi Divisi Utama, pelatih kesebelasan yang berjuluk ‘The Black Orange’ Rahman Usman mengakui jam terbang anak didiknya masih rendah. “Selain itu, mayoritas pemain masih berusia muda dan belum menyatunya pemain asing yang kami miliki,” lanjut Rahman.
3 legiun asing-nya adalah Abubacar M Camara (bek), Julius Jy Kwateh (tengah) serta Mamadau Lamarana (striker). Pemain lokalnya nyaris tidak ada nama-nama tenar, Kiper Achmad Syful, Hendrik Edawrd, Samuel Herman, Yoksan Ama, Richard Wayega, Liston Fonataba maupun Hasbullah Bustan. Namun dukungan fans Perseru di Stadion Mamora, tetap menjadi salah satu faktor keunggulan tuan rumah. Dalam pertandingan kandang terakhirnya, Perseru hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Persigo Gorontalo.
Berita Terbaru
- EZZEGOAL is Back !! Persiba Bekuk Arema 1-0
- Arema – Persiba Bantul : Ulangi Kemenangan Surabaya
- Cristori dan Bizzaro tak Dibawa M Basri ke Malang
- Sajuri dan Beny Menanti Sanksi Komdis PSSI
- Paserbumi Tour ke Malang, Statistik Persiba-Arema
- Bintang Baru Persiba, Cornelis Kaimu
- Cornelis Kaimu ‘Buntungkan’ Bajul Ijo
- M Basri Realistis, Nopendi Optimis
- M Basri Bawa Riyanto ke Surabaya
- Ezequiel Gonzales Legenda Baru Persiba
Pencarian Informasi
Foto di Flickr
- EZZEGOAL is Back !! Persiba Bekuk Arema 1-0 http://t.co/kZHqljPF
- RT @sicopetlucu: Pulanglah dengan tertib, wahai suporter @Brajamusti_YK @Paserbumi. Udah mau maghrib, jaga kesantunan.
- Maturnuwun mamen EZZE !!! maturnuwun punggawa laskar Sultan Agung http://t.co/K5Wdhj7d
- RT @NGRHEKA: Puk Puk WTN :) Cc @paserbumi @persiba #PASERBUMImigrant
- RT @gaet_ibre: Alhamdulilah menang. Gak siasia ntn di stadion.

