Welcome Back SNC
Yuup !! Slamet Nurcahyo kembali lagi ke Persiba. Mantan pemain ter-favorit musim 2009-2010, Selasa (18/01) jam 11 siang, telah menandatangani kontrak berdurasi 8 Bulan kedepan. “Persiba hari ini resmi memiliki Slamet Nurcahyo, hingga Agustus 2011 mendatang,” kata Bagus Nur Edi Wijaya seusai penandatanganan di Mes Persiba. “Slamet juga akan memakai nomer punggung 11,” tambah Bagus.
Issu mengenai baliknya mantan pemain Persibo itu, sebetulnya telah muncul sejak awal Desember lalu. Apalagi Manager tim Persiba, Idham Samawi, tidak berkeberatan bila ada penambahan pemain, khususnya di lini tengah. Menurut mantan orang nomer satu di Bantul tersebut, sektor tengah Persiba masih labil.

Pucuk dicinta ulam tiba. Persibo yang memutuskan keluar dari Liga Super ke LPI, ternyata di ikuti pula oleh hengkangnya gelandang serang asal Jember itu. SNC lebih memilih cabut dari Persibo, karena ogah berurusan dengan sanksi PSSI, disamping minimnya tampil reguler. Meski dilirik pula oleh PSS, mantan klub yang membesarkan namanya, SNC mantab menjatuhkan pilihan ke Laskar Sultan Agung. Ketika dimintai keterangan mas admin SNC menyatakan tekatnya untuk membawa Persiba lolos ISL. “Target pribadiku cuma satu, membawa Persiba naik ke Liga Super musim depan,” tandas Cahyo. Masih menurut Bagus Nur Edi Wijaya, Slamet Nurcahyo kans-nya sangat besar untuk tampil di ‘Derby Jogja’ karena saat ini sudah diurus proses legalitasnya.
Tanggapan seputar kembalinya SNC
Eduard Tjong_ Kehadiran Slamet pastinya menambah kekuatan Persiba. Soal kualitas, tidak diragukan lagi, tinggal menggenjot fisiknya saja. Yang jelas Aku punya banyak opsi untuk lini tengah dan depan.
Wahyu Wijiastanto_ Good news. Semoga saja bisa lebih menghidupkan lini tengah Persiba, karena selama ini agak diragukan banyak orang.
Arwin_ Baguslah kalau Cahyo gabung disini. Selain skill-nya bagus, Dia punya pengalaman banyak di Sepakbola Indonesia.
Persiku-Persiba (1-0) Lose in Kudus
”Wasitnya Kampungan” umpat Eduard Tjong, saat anak asuhnya di bekuk Persiku Kudus 1-0, di Stadion Wergu Wetan Kudus, Minggu (16/01). Ini adalah kekalahan kedua tim idola Paserbumi, dari 9 laga yang telah dilakoni dalam lanjutan Kompetisi divisi Utama Liga Ti-Phone Grup lll. Dan kembali, oknum ‘Korps Baju Hitam’ menjadi salah satu penyebab kegagalan Laskar Sultan Agung meraih poin di Kudus. Tak anyal, usai pertandingan, Wasit Nurpendi serta Asisten Wasit, Suhasna, sempat di uber-uber official tim sebelum diredakan aparat keamanan. Gol tunggal penentu kemenangan tuan rumah, di cetak oleh Arif Miftakhul pada menit 70. Dari hasil ini, posisi Persiku naik ke peringkat 9 Klasemen sementara dengan nilai 9.

insiden usai pertandingan foto by_Jumali
kurang tekanan, miskin peluang
Starting Eleven saat melawan PSIR Rembang kembali dimainkan Edu di babak pertama. Namun, tuan rumah sudah siap dengan formasi 3-4-2-1 Persiba. Terbukti, Alejandro Tobar dkk lebih dominan di lapangan tengah serta lebih sering menekan pertahanan Wahyu Wijiastanto cs. Ditambah lapangan yang becek, membuat Nopendi – Anwarudin kerap melakukan ‘Crossing’ kedepan. Hanya saja, Persiku punya bek jangkung George Oyedepo, sehingga mudah memotong umpan tersebut sebelum sampai ke Fortune Udo.
Penampilan Persiba sendiri juga cenderung bertahan, ditambah passing dan kontrol bolanya tidak berjalan, menjadikan 45 menit pertama agak monoton. Skor 0-0 menutup babak pertama sore itu.
gol pemain pengganti antar kemenangan Persiku
Selepas jeda, Edu meminta Arwin dkk untuk lebih menyerang. Johan Manaji dimenit 65 masuk menggantikan Busari. Persiku lewat Wahyu Kopriana maupun Agus Santiko juga tidak tinggal diam. Pelatih tim berjuluk Macan Muria, Lukas Tumbuan, bahkan berani mengganti Varney pas Boakay dengan Arif Miftakhul. Justru dari pemain inilah, gawang WTN harus kebobolan dimenit 70.
Berawal umpan lambung ke area penalti Persiba, Arif tidak terkawal bek-bek Persiba, dengan tenangnya menyundul bola ke sisi kiri WTN. Disisa waktu 20 menit, Persiba tampil agresif. Ugik dan Ansori juga dimasukan mengganti tempat Andro serta Anwaruddin. Sayang, 2 peluang lewat Fortune Udo, dua-duanya bisa diantisipasi kiper Persiku, Dedi Haryanto. Dukungan 300-san Paserbumi yang datang langsung ke Stadion Wergu Wetan, tetap gagal membuahkan hasil, dan hingga Wasit Nur Pendi meniup peluit panjangnya, Persiku unggul tipis 1-0 atas Persiba.
strategi sudah benar, wasitnya yang enggak benar
“Kita memang bermain agak bertahan di babak pertama, baru lebih menyerang di babak kedua. Tapi keputusan wasit dan hakim garis sering merugikan tim. Jadi bukan salah formasi,” tegas Edu pada Admin web. “Tanya ke teman-teman Paserbumi yang melihat langsung, bagaimana tidak ‘Kampungan’ wasitnya,” gerutunya. Kekalahan Minggu (16/01) kemarin belum menggeser peringkat kedua Persiba, hanya saja terpaut 5 poin dari pemuncak klasemen sementara, Persidafon dengan nilai 22.
Persiku vs Persiba, No More Draw Udo
Kata-kata itulah yang diharapkan seluruh Paserbumi, saat tim kesayangannya menyambangi Persiku Kudus, Minggu (16/01). Bukan seri lagi, tapi kemenangan. Pasca imbang 1-1 melawan PSIR Rembang, kini skuad Eduard Tjong diharapkan mampu mengambil 3 angka, agar target 4 poin dari Manajemen tercapai.
Ezequiel Gonzales cs layak diunggulkan berbekal faktor sejarah. Dalam 2 lawatan terakhir di Stadion Wergu Wetan Kudus, Laskar Sultan Agung belum pernah kalah. Di ajang Copa Indonesia 21 Mei 2006, Persiba berhasil menahan seri 0-0, sedang pada tanggal 21 november 2008, Seto Nurdiyantoro dan Ezequiel, sukses mencetak 2 gol tanpa balas dalam lanjutan Divisi Utama. Diatas kertas-pun, Persiba pantas memenangi kembali, apalagi tuan rumah masih berstatus sebagai juru kunci Grup lll Liga Ti Phone.
Persiba terapkan pola yang sama
Menghadapi tim Macan Muria, Eduard Tjong menegaskan kalau formasi 3-4-2-1 akan diterapkan hari Minggu besok. “Benar, aku masih pakai pola yang sama saat di Rembang karena ini partai away, termasuk menurunkan Arwin meski dia kemarin dapat Kartu Kuning,” terang Edu. Hanya siapa yang menemani Arwin di sentral lapangan tengah, pelatih yang seangkatan dengan Beny van Breukkelen semasa di Arseto, enggan membeberkan. “aku masih lihat kondisi terakhir besok, bisa Anam, Roeroe atau Andro kembali,” katanya.
Sementara Top Scorer Liga Ti-Phone, Fortune Udo, menyatakan kesiapannya membobol gawang Persiku Kudus. “Sebagai Striker, saya tentu ingin mencetak gol ke tim manapun, yang penting Persiba menang,” ucap Udo saat ditanya mas admin. Penyerang yang satu ini memang layak diwaspadai tuan rumah selain Ezequiel Gonzales, bukan tidak mungkin Ezze akan kembali mencetak gol bila bek Persiku lebih menjaga Udo.
Lukas Tumbuan targetkan menang
Hasil positip saat menekuk PSS Sleman 2-0, membuat sang pelatih Persiku, Likas Tumbuan mencanangkan hal sama pada Persiba Bantul. “walau posisi kami masih di dasar klasemen, namun kami yakin bisa mengalahkan Persiba besok Minggu. Kami sudah tahu pola permainan Eduard Tjong,” ungkap Lukas. Ditambah bermain didepan publik SMM, mungkin itu pula yang melandasi keyakinan pelatih Persiku. “Selain Varney Pas Boakay kembali turun, semangat anak-anak lagi tinggi,” tandasnya.
Persiku di musim 2010-2011 memang mengejutkan jika sekarang harus berada di posisi Juru Kunci. Bermodal 2 pemain asingnya, Alejandro Tobar (gelandang) serta Varney pas Boakay (striker) ditambah beberapa pemain senior macam Agus Santiko, Fery Setiawan, Bayu Andra, Dadan Suhendar serta Kiper Dedy Hartanto, mereka layak untuk menjadi tim Kuda Hitam. Sayang, mental bertanding saat main tandang, masih jauh dari memuaskan, tak anyal kesebelasan dari Kota Rokok ini terpuruk.
Persiba Imbang di Rembang
Impian Persiba meraih kemenangan pertama di Stadion Krida Rembang, akhirnya tertunda. Gol Penalti dari Striker tuan rumah, Leo Felic di menit 77, membuyarkan keunggulan Wahyu Wijiastanto dkk, lewat gol cantik Fortune Udo di babak pertama. Meski hanya 1 angka yang diraih, posisi Persiba setidaknya masih aman di peringkat 2 Grup lll Liga Ti-Phone. Permainan anak asuh Eduard Tjong, Rabu (12/01) juga tidak mengecewakan. Terbukti di babak kedua, tim pujaan Paserbumi ini malah lebih unggul ‘Ball Posession’ nya. Hanya karena kondisi lapangan yang licin akibat bekas guyuran hujan, membuat finishingnya kurang maksimal.
Fortune Udo kembali cetak gol
Formasi 3-5-2 ala Edu ternyata terbukti membuahkan hasil. Nopendi dan Anwaruddin sore tadi lebih dimajukan ke depan. Berdua mereka menemani Busari, Arwin serta Andro Levandy, untuk menyuplai bola ke duet Ezze dan Forune Udo. Anwaruddin yang melakukan ‘over lap’ dari sektor kanan PSIR, mengirimkan bola ‘crossing’ ke depan gawang tuan rumah. Forutne Udo walaupun diapit bek M Jupri, masih mampu melakukan ‘jump header’ ke pojok kiri tanpa bisa ditepis penjaga gawang, Effendi. 1-0 Persiba unggul di menit 10.
Selepas gol Udo, PSIR menekan pertahanan Wahyu Wijiastanto, Slamet Widodo serta Ahmad Taufik. Setidaknya mereka punya kans dimenit 34 lewat M Hussen. Namun Kiper Wahyu Tri Nugroho tampil prima untuk menggagalkan peluang tersebut. Sedang Persiba juga memperoleh kesempatan menambah gol dari kaki Ezzequiel, namun tendanganya melenceng tipis. Wasit Abdul Halim sempat mengeluarkan Kartu Kuning untuk Arwin pada menit 35. Hingga babak pertama usai, Persiba sementara memimpin 1-0 atas PSIR Rembang.
Gol penalti Felic buyarkan kemenangan
Selepas turun minum, Laskar Sultan Agung yang berkostum putih-putih, tidak mengendorkan tekanan. Bahkan Johan Manaji dimasukan di menit 55 untuk menggantikan posisi Busari. Satu Kartu kuning kembali keluar dari saku Wasit Abdul Halim, usai Andro melanggar Zeanal Abidin pada menit 60. Sayang, lapangan yang licin membuat Ezze serta Udo terjatuh saat mendapat peluang emas.
10 menit jelang bubaran, Nopendi melakukan ‘Hands Ball’ di kotak terlarang. Meski sempat diprotes, Wasit tak bergeming. Alhasil, striker PSIR asal Argentina, Leonardo Maxi Felic, sukses mengeksekusi tendangan 12 pas. Ribuan supporter ‘Gangster’ maupun’ The Damps’, suka cita menyambut gol penyeimbang tersebut. Saat laga menyisakan 3 menit, Ugik yang menggantikan Fortune Udo, nyaris saja membobol gawang tuan rumah, sayang tendanganya bisa diblok kiper Effendi. Dan skor 1-1 menutup pertandingan di Stadion Krida Rembang.
Edu salut akan perjuangan anak asuhnya
Ketika di konfirmasi usai laga, Eduard Tjong menilai apa yang dilakukan Wahyu Wijiastanto dkk sudah maksimal. “Kita sudah main bagus, Ball Posession juga imbang, hanya kurang beruntung saja,” ujarnya singkat. Hal senada juga keluar dari Sekretaris Tim, Wikan Werdho Kisworo. “Kita sudah tampil bagus, peluang juga ada. Setidaknya kita sudah memenuhi target minimal 1 poin,” kata Wikan. Rombongan Persiba, rencananya besok pagi, Kamis (13/01) langsung bertolak ke Kudus dari Rembang.
PSIR vs PERSIBA, Saatnya Menang di Rembang
Stadion Krida Rembang, Rabu (12/01) kembali menjadi ajang pertarungan antara tim ‘Dampo Awang’ melawan Laskar Sultan Agung. Pertarungan dalam lanjutan Liga Ti-Phone Grup lll musim 2010-2011, tampaknya bakal berlangsung ketat. Meski terseok-seok dipapan tengah Klasemen, PSIR Rembang tetap lawan yang sulit ditaklukan. Dalam dua lawatan terakhir, Persiba hanya mampu bermain imbang 0-0 dan kalah 4-0. Ini membuktikan kalau tuan rumah PSIR Rembang bukan lawan yang enteng.
Wahyu Wijiastanto dkk bukannya tanpa peluang. Selain berada dalam grafik menanjak, Striker Fortune Udo lagi ‘On Fire’. Ditambah mentalitas kuat setiap main di kandang lawan, kemenangan bukan sebatas impian.
Berharap dukungan supporter
Menjamu ‘runner-up’ klasemen sementara Grup lll, pelatih PSIR, H Soeroso, meminta Rene Martinez cs tidak menyia-nyiakan peluang emas. “Kami akui kalau kami belum menang dengan skor besar, itu karena Finishingnya jelek,” ujar Soeroso. Menghadapi tim dengan rekor kemasukan paling sedikit, tuan rumah butuh kerja keras plus faktor keberuntungan.
“Beruntung kami punya fans fanatik, tentu makin menambah semangat juang para pemain;” sambung Soeroso.
Selain bertumpu pada Rene Martinez, PSIR dihuni sederet nama-nama pemain seperti, M Husen, M Jupri, Tadis Suryanto, Zaenal Abidin, Mugiarso serta Efendi. Nyaris tak ada nama beken bagi team yang lebih mengandalkan semangat juang ini.
Edu terapkan pola 3-4-2-1
Optimisme terpancar dari wajah-wajah skuad Laskar Sultan Agung Senin (10/01) siang tadi. Berkekuatan 20 personel, Manajemen sengaja berangkat dini untuk adaptasi lapangan dan terjaganya kebugaran. Menurut Sekretaris tim, Wikan Werdho Kisworo, anak asuh Eduard Tjong ditarget minimal 1 poin di Rembang nanti.
“Melawan Rembang, kita mentargetkan minimal seri, mengingat PSIR sulit dikalahkan dikandang,” terang pria yang gemar memakai topi ini. Ketika ditanya siapa yang tidak dibawa ke Rembang, Wikan menyebut Hyzkia Rambing, Refelino, Bruno Casmir serta Sigit SP.
Eduard Tjong sendiri sepertinya lebih memfokuskan pada sktor pertahanan dan Gelandang. “Mungkin pola 3-4-2-1 yang paling pas buat menghadapi PSIR. Anak-anak juga telah paham dengan pola ini dan terbukti ada keseimbangan saat menyerang dan bertahan,” ungkap Edu. merunut kebelakang, formasi tersebut berhasil menuai kemenangan di Serui dan nyaris berhasil di Dafonsoro, jika saja Wasit bisa bertindak Fair.
Untuk info Tour, DPP tidak mengadakan tour ke Rembang, namun menjadwalkan saat ke Kudus Minggu depan.
Berita Terbaru
- Arema – Persiba Bantul : Ulangi Kemenangan Surabaya
- Cristori dan Bizzaro tak Dibawa M Basri ke Malang
- Sajuri dan Beny Menanti Sanksi Komdis PSSI
- Paserbumi Tour ke Malang, Statistik Persiba-Arema
- Bintang Baru Persiba, Cornelis Kaimu
- Cornelis Kaimu ‘Buntungkan’ Bajul Ijo
- M Basri Realistis, Nopendi Optimis
- M Basri Bawa Riyanto ke Surabaya
- Ezequiel Gonzales Legenda Baru Persiba
- Johan Manaji, Tinggalkan Kuliah Demi Persiba
Pencarian Informasi
Foto di Flickr
- RT @sicopetlucu: Pulanglah dengan tertib, wahai suporter @Brajamusti_YK @Paserbumi. Udah mau maghrib, jaga kesantunan.
- Maturnuwun mamen EZZE !!! maturnuwun punggawa laskar Sultan Agung http://t.co/K5Wdhj7d
- RT @NGRHEKA: Puk Puk WTN :) Cc @paserbumi @persiba #PASERBUMImigrant
- RT @gaet_ibre: Alhamdulilah menang. Gak siasia ntn di stadion.
- RT @ditometotol: Alhamdulillah menang. . #ngurupkeflare

