Persiba Siap Ladeni PSS, Kuota Slemania Ditambah
Persiba Bantul menyatakan siap melakoni Laga Derby menjamu PSS Sleman, besok Jumat (28/01/2011) di SSA Bantul. Laga penuh prestis, Skuad Merah wajib meraih poin penuh. “Para pemain mengungkapkan semangat mereka 200 persen menghadapi PSS,” ujar Wakil Manajer Persiba Bidang Teknis, Pemain dan Pelatih Briyanto AS saat Jumpa Pers yang digelar Panpel Persiba di SSA, Kamis (27/01/2011) siang.
Briyanto AS mengatakan laga derby pasti menarik bukan soal statistik klasemen namun prestis yang dipertaruhkan di sini. Meskipun pada peringkat Klasemen Persiba lebih unggul, Laskar Sultan Agung tidak lantas lengah. “Persiba sudah menyiapkan strategi khusus juga akan memberikan bonus lebih bagi pemain,” lanjutnya.
Keuntungan bagi Persiba dapat menurunkan Slamet Nurcahyo besok. Diharapkan bisa menutup lubang di lini tengah. SNC pemain bertipe stylish dan mampu berperan sebagai playmaker, akan berkolaborasi dengan para pemain bertipe pekerja keras semacam Arwin dan kawan-kawan.
Ditanya tentang penurunan penonton di SSA, Briyanto menyatakan musim ini secara statistik Persiba bermain lebih bagus, sapu bersih laga kandang dan 5 poin dari laga tandang. “Kemungkinan faktor cuaca, sore hari sering hujan juga pertandingan tidak digelar pada hari libur menjadi pertimbangan para penonton,” ujar Briyanto
Panpel Tambah Kuota Slemania Menjadi 1500
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Panpel Persiba Drs. Suherman mengungkapkan dalam koordinasi terakhir, kuota Slemania ditambah menjadi 1500. Seperti diberitakan sebelumnya, Panpel Persiba hanya memberikan kuota 1000 tiket. Suporter PSS Sleman akan ditempatkan di sisi selatan Tribun Barat.
Langkah antisipasi keamanan baik di dalam Stadion maupun di luar Stadion, Panpel berkoordinasi dengan Polda DIY, Polres Bantul dan Polres Sleman. Akan diturunkan aparat dari Brimob, Sabhara dan Samapta. Direncanakan, Slemania akan diberangkatkan dari 3 titik, sebagai langkah antisipatif konvoi akan dikawal aparat keamanan.
Suherman menambahkan, Tribun Barat SSA sudah bisa digunakan, dikenakan tiket Rp 15.000,-. Sedangakan harga tiket tribun terbuka tetap, umum Rp 10.000 dan bagi Bregodo Paserbumi Rp 8.000,-.
Derby Jogja Persiba-PSS, ‘DERBYSTIMEWA’
Setelah satu musim tak bersua, akhirnya Stadion Sultan Agung Bantul kembali mempertemukan 2 tim 1 daerah atau Derby antara Persiba Bantul vs PSS Sleman. Mungkin tidak ‘sepanas’ partai PSIM kontra PSS, tetapi Derby tetaplah derby. Laga Istimewa dimana gengsi dan harga diri, kadarnya bisa lebih tinggi dari sekedar peringkat klasemen.
Kedua tim yang akan bertarung hari Juma’t (28/01) uniknya, sama-sama kehilangan pemain belakang. Tuan rumah minus Centre Back Bruno Casmir, sedang tim tamu justru kehilangan 2 pilar belakang sekaligus, Fachrudin dan Deny Tarkas. Hanya saja, coach Persiba, Eduard Tjong, cuma bisa melihat anak asuhnya berlaga dari Tribun, menyusul skorsing yang dijatuhkan Komdis PSSI minggu lalu. Bila menilik statistik pertemuan, Bond kebanggaan warga Bantul ini unggul dalam 3 perjumpaan terakhir. Ezequiel Gonzales dkk menang 3-1 pada lanjutan Divisi Utama di Stadion Sultan Agung, 17 April 2009, kemudian menang 1-0 dalam ujicoba di MIS, 2 September 2010 dan bermain seri 0-0 di tempat yang sama 8 Oktober 2008. Jadi wajar, apabila tim idola Paserbumi ini meneruskan tradisi menang di kandang dalam lanjutan Liga Ti-Phone grup lll.
PSS perkuat lini tengah
Kehilangan 2 Stoper utama di barisan pertahanan, membuat pelatih gaek PSS, M Basri, memilih memperkuat sektor gelandangnya. “ini laga Derby dan saya prediksi lebih banyak pertarungan di lini tengah, jadi kita kuatkan tengahnya,” kata mantan pelatih Persela seperti dikutip di slemania.or.id. Jika dicermati, strategi tandang PSS memang seperti itu, menumpuk pemain gelandang. Asumsinya, mampu menahan serangan tuan rumah sepanjang pertandingan dan sesekali Counter Attack.
Kapten tim ‘Super Elja’ Agus ‘Grandong’ Purwoko, Awang, Jatmiko, Anang Hadi maupun Nanda Nasution, siap meladeni Arwin cs. Sebagai pengganti Fachrudin dan Deny Tarkas, M Basri memilih Hendro Bawono serta Elvian. Didepan, striker senior Muhammad Eksan, tetap menjadi tumpuan bersama Fery Anto.
SNC siap diturunkan
Meski fisiknya belum mencapai level terbaik, asisten pelatih Persiba, Sajuri Syahid diyakini akan menurunkan rekrutan terbarunya, Slamet Nurcahyo. Semenjak pindah dari tim Ijo PSS, baru kali inilah, SNC bertemu mantan klubnya. Tidak hanya Slamet Nurcahyo, namun juga M Bagong Ansyori, Busari dan Seto Nurdiyantoro. Surat pengesahan dari PT Liga Indonesia kepada SNC, telah diterima manajemen sejak hari Selasa (25/01).
Tanpa pelatih utama Eduard Tjong, Sajuri Syahid berkesempatan melakoni partai Istimewa derby Jogja. “Soal pola permainan, saya tetap memakai 4-4-2, karena ini main dikandang,” ujar guru Olahraga SMA 1 Pajangan tersebut. “Tidak ada tekanan atau grogi, toh saya sudah lama menemani anak-anak,” tambahnya. Belum pulihnya Bruno Casmir, membuat Ahmad Taufik bakal berduet dengan Kapten Wahyu Wijiastanto. Kompisisi lini tengah dan depan Persiba-lah yang menjadi misteri. Bila menengok laga ujicoba kontra UNY, Arwin, Busari, SNC, Fortune Udo, Ezequiel Gonzales serta Ugiek, sangat besar mengisi Starting Eleven. ANTV juga akan menyiarkan secara live Derby Jogja besok, mulai pukul 15.00 WIB.
Slemania ‘Dijatah’ Kuota 1000 tiket Derby Jogja
Tidak seperti musim sebelumnya, partai ‘Derby Jogja’ antara Persiba Bantul versus PSS Sleman, Juma’t (28/01), Panpel Persiba secara terbuka menerima kedatangan supporter PSS Sleman, Slemania. Menurut berita yang dikutip dari carik.in Panpel hanya akan memberi kouta tiket bagi Slemania sejumlah 1000 lembar. Mereka nantinya akan ditempatkan di Tribun Barat, sisi selatan. Namun bagi pendukung PSS non kuota, disarankan tidak mengenakan atribut agar tetap bisa menyaksikan laga ‘derby Jogja’ di Stadion Sultan Agung Bantul.
Tribun Barat sendiri saat dipakai pertandingan ujicoba kemarin, sudah siap digunakan. Tak ada lagi bangunan yang dulu dipakai sebagai ruang ganti pemain, semua telah dibongkar. Kapasitas dari Tribun yang menelan biaya 14 Milyar ini, sebanyak 3000 orang. Untuk harga tiketnya, menurut ketua Panpel, Youke Samawi, Rp 15.000. Harga tiket Tribun terbuka, belum ada perubahan, masih Rp.10.000 serta Rp. 8000.
Kapolres Bantul mediasi Paserbumi dan Brajamusti
Guna menciptakan suasana yang aman dan nyaman baik di dalam maupun diluar lapangan, Polres Bantul yang diwakili langsung oleh Kapolres, AKBP Sri Suari, mengadakan dialog dengan pengurus Paserbumi dan Brajamusti. Dalam acara yang digelar Senin (24/01), jajaran Polres Bantul, seperti ditegaskan AKBP Sri Suari, tidak akan memberi perlakuan ekslusif pada salah satu suporter. Ditambahkannya, seluruh anggotanya akan melakukan tindakan yang bersifat Preventif (pencegahan). Salah satu contoh dari tindakan diatas adalah berupa pengawalan, baik ketika berangkat maupun pulang. “Namun saya mengharap, suporter juga tertib berlalu-lintas dan kalau bisa mengenakan atribut saat dilapangan saja,” himbaunya. Bukan rahasia lagi, selama ini masih sering terjadi sedikit gesekan antara pendukung Persiba dengan PSIM. Beberapa area yang rawan misalnya Srandakan, Sedayu, Banguntapan dan Pleret, sangat diharapkan nantinya bisa kondusif, pasca pertemuan ini.
Presiden Brajamusti, Eko Satrio Pringgodani menegaskan, seluruh anggotanya siap membuka diri dan berkomunikasi dengan suporter manapun, terlebih Paserbumi. Eko juga mengharap agar aparat tidak mengedepankan tindakan Represif. Sedang Lurah Paserbumi, Hanung Raharjo mengatakan, Sepakbola bukanlah untuk permusuhan namun sebagai hiburan dan persaudaraan. “Fair Play bukan hanya dilapangan, tapi juga diluar lapangan. Muaranya agar semua masyarakat tenang dan nyaman, baik yang menonton maupun tidak,” ujar Hanung. Besar harapan admin agar hasil Mediasi tersebut, secepatnya disosialisasikan di area rawan gesekan. Karena, dari sanalah ‘virus’ perdamaian akan segera menyebar.
Persiba vs UNY 9-0 Kado Ultah Ezze
Sajuri Syahid, Benny van Breukelen serta Seto Nurdiyanto, untuk kali pertama, tampil memimpin skuad Laskar Sultan Agung dalam partai ujicoba tanpa pelatih yang tengah menjalani skorsing, Eduard Tjong. Dan untuk pertama kali pula, Slamet Nurcahyo kembali turun dengan kostum nomer 11-nya, dihadapan Manager Persiba H Idham Samawi. Kemenangan besar 9-0, Senin (24/01) di Stadion Sultan Agung Bantul, makin meriah karena bertepatan hari Ulang Tahun ke 27 Striker asal Argentina, Ezequiel Gonzales.
terapkan pola 3-4-3 di babak pertama
Asisten pelatih Sajuri Syahid, tampaknya ingin mencoba lini pertahanan tanpa Wahyu Wijiastanto dan Bruno Casmir. Terbukti, Slamet Widodo, Ahmad Taufik maupun Nopendi, dipercaya mengawal Kiper Hyzkia Rambing. Yang menarik adalah susunan pemain tengahnya. Slamet Nurcahyo sore tadi berduet dengan Arwin di Central Midfield, Busari dan Anwarudin mengisi kedua sayap. Meski memakai 3 penyerang depan, posisi Ezze tetap sedikit di belakang Udo dan Ugiek.
Gol-gol tuan rumah yang berkostum putih-putih, diawali Top Scorer Liga Ti-Phone, Udo Fortune di menit 10. Hanya dalam tempo 15 menit, Ugiek Sugiyanto membuat Hattrick ke gawang UNY, masing-masing pada menit 12,16 serta 25. Sebelum turun minum, giliran Busari yang membobol gawang kiper UNY, Grateo, tepatnya menit 33 usai menerima assis Fortune Udo. 5-0 Persiba unggul dibabak pertama.
Wahyu Wijiastanto dan Bruno Casmir dimainkan
Selepas jeda, Trio pelatih Persiba melakukan pergantian formasi. Masuknya Wahyu Wijiastanto dan Bruno Casmir, membuat form 4-4-2 kembali diterapkan. Xyz Roeroe, Seto Nurdiyantoro, Sinangjono, Andro Levandy, Sigit Sp, Johan Manaji hingga Wahyu Tri Nugroho, tampil bersama. Hasilnya, 4 gol kembali ‘dipanen’ didepan ratusan Paserbumi yang banyak duduk di Tribun Barat.
Mantan pemain seleksi Timnas U-23, Johan Manaji membuka gol di menit 50. Sinangjono kembali memperbesar skor 7-0 pada menit 55, setelah meneruskan umpan lambung Ardy Suyanto. Berikutnya giliran Sigit Syahrial Pane yang ikut menambah derita Kiper pengganti UNY, Arif, tepatnya di menit 58. Sebelum Wasit Rahmat Heri meniup peluit panjangnya, kembali Johan Manaji mencetak gol kedua, sekaligus menutup pertandingan ujicoba sore tadi dengan skor 9-0.
Soedjono ‘Caretaker’ Persiba
Hukuman dari Komdis PSSI berupa larangan beraktivitas 1 tahun di kegiatan Sepakbola Nasional kepada Eduard Tjong, membuat Manajemen melakukan langkah taktis. Kemarin, Rabu (21/01) jajaran pengurus, resmi menunjuk salah satu tokoh senior Persiba yang juga sesepuh Sepakbola DIY, Drs Soedjono, untuk kembali turun ke lapangan. Oleh Manajemen, mantan Dosen FPOK UNY ini, diberi tugas sebagai Penasehat Teknis tim Persiba, hingga berakhirnya sanksi pada Eduard Tjong.
Siapakah Drs Soedjono itu ?. Wakil manager bidang keuangan ini, sempat menjadi pemain Timnas di era 60′an. Beliau pernah melatih klub PSIM di awal tahun 80′an serta salah satu pelatih Ps GAMA Jogja. Saat Persiba di tinggal pelatih Suharno (Persiwa) tanpa pamit, di tahun 2004, Drs Soedjono-lah yang melanjutkan perjuangan hingga menembus Divisi l PSSI. Diusia lebih dari 70 tahun, pria dengan perawakan ‘chinese’ ini memang lebih banyak dibelakang layar. Hanya satu yang tak berubah, ketegasannya.
lebih fokuskan mental pemain
Begitu ditunjuk selaku penasehat teknis, pemantapan mental Wahyu Wijiastanto dkk menjadi target pertamanya. Terus terang, beberapa pemain masih ‘shock’ dan terkejut, setelah mengetahui beratnya skorsing sang pelatih. Edu yang selama setahun lebih selalu memimpin latihan, kini tak boleh menemani Ezequiel cs dan apapun menyangkut sepakbola Indonesia. “Kalau mentalnya sudah pulih kembali, saya lebih mudah memaksimalkan kemampuan skill individu hingga kerjasama team,” ujar Soedjono. “Tugas saya juga memberi masukan kepada asisten pelatih (Sajuri, Seto Nurdiyantoro dan Benny Van Breukelen), karena merekalah yang boleh di pinggir lapangan saat pertandingan resmi,” imbuhnya. Saat ditanya apakah akan melakukan perubahan formasi permainan, Soedjono mengaku tidak akan merubah. “Saya juga selalu berkomunikasi dengan Edu, bagaimanapun juga, dia masih berpengaruh buat anak-anak,” pungkasnya.
ujicoba melawan tim UNY Yogyakarta
Sementara itu, guna melihat kemampuan rekrutan terbaru, Slamet Nurcahyo serta pemanasan jelang ‘Derby Jogja’, Persiba berencana menggelar partai ujicoba. Seperti dijelaskan oleh sekretaris tim, Wikan Werdho Kisworo, hari Senin (24/01) tim UNY bakal menjajal Persiba di Stadion Sultan Agung Bantul. Hanya saja, sang Kapten Wahyu Wijiastanto serta Bruno Casmir, diragukan turun mengingat kondisi fisiknya belum fit. Soal pengesahan SNC, Wikan optimis sebelum Juma’t (28/01) bakal turun surat legalitasnya. “Sekarang kan lagi Kongres PSSI di Bali, jadi kalau tidak hari Senin, maksimal Selasa pasti beres administrasinya,” katanya menutup pembicaraan.
Berita Terbaru
- EZZEGOAL is Back !! Persiba Bekuk Arema 1-0
- Arema – Persiba Bantul : Ulangi Kemenangan Surabaya
- Cristori dan Bizzaro tak Dibawa M Basri ke Malang
- Sajuri dan Beny Menanti Sanksi Komdis PSSI
- Paserbumi Tour ke Malang, Statistik Persiba-Arema
- Bintang Baru Persiba, Cornelis Kaimu
- Cornelis Kaimu ‘Buntungkan’ Bajul Ijo
- M Basri Realistis, Nopendi Optimis
- M Basri Bawa Riyanto ke Surabaya
- Ezequiel Gonzales Legenda Baru Persiba
Pencarian Informasi
Foto di Flickr
- EZZEGOAL is Back !! Persiba Bekuk Arema 1-0 http://t.co/kZHqljPF
- RT @sicopetlucu: Pulanglah dengan tertib, wahai suporter @Brajamusti_YK @Paserbumi. Udah mau maghrib, jaga kesantunan.
- Maturnuwun mamen EZZE !!! maturnuwun punggawa laskar Sultan Agung http://t.co/K5Wdhj7d
- RT @NGRHEKA: Puk Puk WTN :) Cc @paserbumi @persiba #PASERBUMImigrant
- RT @gaet_ibre: Alhamdulilah menang. Gak siasia ntn di stadion.


