<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Paserbumi Suporter Persiba Bantul &#187; Opini</title>
	<atom:link href="http://www.paserbumi.com/category/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.paserbumi.com</link>
	<description>Suporter Persiba Bantul - Yogyakarta, suporter sport olah-raga Sepak Bola, football, soccer, - Pasukan Suporter Bantul Militan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 23:18:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Tanggal 26 November, Persiba Siap Tampil di IPL</title>
		<link>http://www.paserbumi.com/2011/11/23/tanggal-26-november-persiba-siap-tampil-di-ipl/</link>
		<comments>http://www.paserbumi.com/2011/11/23/tanggal-26-november-persiba-siap-tampil-di-ipl/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 13:15:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>REDSSA</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.paserbumi.com/?p=5135</guid>
		<description><![CDATA[Ditengah ketidakpastian jumlah dan jadwal kontestan IPL, hari Sabtu (26/11) Persiba Bantul tetap siap menjalani laga perdana melawan Bontang FC di Stadion Sultan Agung. Hal ini ditegaskan Sekretaris tim Persiba, Wikan Werdho Kisworo, di Mess, Rabu (23/11) malam, jelang keberangkatan ziarah di makam Raja Imogiri. &#8220;Kita tetap datang di Stadion hari Sabtu besok. Perkara Bontang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ditengah ketidakpastian jumlah dan jadwal kontestan IPL, hari Sabtu (26/11) Persiba Bantul tetap siap menjalani laga perdana melawan Bontang FC di Stadion Sultan Agung. Hal ini ditegaskan Sekretaris tim Persiba, Wikan Werdho Kisworo, di Mess, Rabu (23/11) malam, jelang keberangkatan ziarah di makam Raja Imogiri. &#8220;Kita tetap datang di Stadion hari Sabtu besok. Perkara Bontang Fc mau datang atau tidak, itu bukan urusan kita,&#8221; ujar Wikan.<br />
Hingga artikel ini dimuat, pihaknya belum menerima revisi jadwal, usai diadakannya <em>Manager Meeting</em> hari Selasa (22/11) kemarin. Admin yang mencoba mengkonfirmasi ke Manager tim, Briyanto AS, juga belum mendapat jawaban. Dengan setengah bergurau, Wikan mengatakan, kalau pesertanya sedikit, peluang Persiba menjuarai IPL bertambah besar. Menanggapi banyaknya tim-tim  besar hijrah ke ISL, dirinya seperti halnya Idham Samawi (Dirut PT BIG), sama sekali tidak tertarik pindah haluan. &#8220;Berkali-kali kita tegaskan, Persiba hanya ikut kompetisi yang resmi, yang diakui PSSI, AFC serta FIFA. Ini keputusan yang paling aman dan menguntungkan Persiba nantinya,&#8221; tandasnya. </p>
<p><strong>3 pemain cidera, kostum tanpa sponsor</strong><br />
Ketika <em>kick off</em> IPL tinggal menyisakan 3 hari lagi, kabar kurang mengenakan masih memayungi klub kebanggaan masyarakat Bantul ini. Menyusul cidera <em>stopper</em> lokal Slamet Widodo yang belum seratus persen pulih, 2 pemain utama Persiba, Busari serta Ugiek Sugiyanto, mengalami nasib serupa. Ditemui di Mess malam tadi, Busari sedang menjalani terapi listrik. &#8220;Lutut kiri memar mas, sehabis jatuh dari motor di Kendal,&#8221; ucap pemilik kaos Persiba nomer 7 tersebut. Sedangkan Ugiek, dikabarkan cidera lamanya kambuh. Meski mengikuti sesi latihan rutin, porsinya berbeda. Diperkirakan, hari Sabtu (26/11) kondisi striker yang kini tinggal di Pleret Bantul bisa pulih.<br />
Menghadapi laga pembuka IPL besok, kostum Persiba Bantul akan tampil dengan corak baru. Menurut Wikan, warna merah masih mendominasi, dengan list warna putih. &#8220;Lihat saja nanti, yang jelas tanpa sponsor di bagian depan, hanya bertuliskan Persiba Bantul,&#8221; tambahnya. Bank BNI 46 yang digadang-gadangkan menjadi sponsor, belum juga menemui sepakat. Menurut alumnus SMA Jetis Bantul ini, cepat atau lambat, BNI 46 pasti setuju mengucurkan dananya buat Persiba. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paserbumi.com/2011/11/23/tanggal-26-november-persiba-siap-tampil-di-ipl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>94</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>9 Gol Persiba Bersarang ke Potorono dan Star 83, Hari Senin Tim verifikasi AFC ke Bantul</title>
		<link>http://www.paserbumi.com/2011/09/30/9-gol-persiba-bersarang-ke-potorono-dan-star-83-hari-senin-tim-verifikasi-afc-ke-bantul/</link>
		<comments>http://www.paserbumi.com/2011/09/30/9-gol-persiba-bersarang-ke-potorono-dan-star-83-hari-senin-tim-verifikasi-afc-ke-bantul/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 14:27:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>REDSSA</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.paserbumi.com/?p=4821</guid>
		<description><![CDATA[Tampil dengan kostum latihan terbarunya, Persiba Bantul masih belum terbendung oleh 2 klub lokal Divisi Utama Pengcab PSSI Bantul, Putra Potorono dan Star 83. Meski sempat dikejutkan oleh gol cepat striker Potorono, Erik Irawan, anak asuh M Basri mampu membalas 4 gol di 45 menit pertama. Sedang di babak kedua, Trio Latin Persiba, andil besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tampil dengan kostum latihan terbarunya, Persiba Bantul masih belum terbendung oleh 2 klub lokal Divisi Utama Pengcab PSSI Bantul, Putra Potorono dan Star 83. Meski sempat dikejutkan oleh gol cepat striker Potorono, Erik Irawan, anak asuh M Basri mampu membalas 4 gol di 45 menit pertama. Sedang di babak kedua, Trio Latin Persiba, andil besar dari 5 gol yang tercipta ke gawang Star 83. Secara keseluruhan, penampilan Juara Divisi Utama ini masih perlu dibenahi, terutama koordinasi pemain-pemain rekrutan dengan pemain lama. Dengan sisa waktu efektif kurang dari 2 minggu sebelum liga diputar, ajang ujicoba sangat tepat untuk mencari komposisi terbaik. <a href="http://www.paserbumi.com/wp-content/uploads/2011/09/johan-400.jpg"><img src="http://www.paserbumi.com/wp-content/uploads/2011/09/johan-400.jpg" alt="" title="johan 400" width="450" height="379" class="aligncenter size-full wp-image-4827" /></a></p>
<p><strong>review pertandingan</strong><br />
PERSIBA vs POTORONO (4-1). Juara Divisi Utama lokal Bantul 2011, turun dengan kekuatan penuh plus beberapa pemain Protaba. Hasilnya sungguh mengejutkan, saat laga baru berjalan 5 menit, gawang Persiba yang dijaga Andi Setiawan, jebol oleh tendangan eks pemain Persiba 2009-2010, Erik Irawan. Keunggulan 1-0 hanya bertahan 3 menit, sebelum Johan Manaji, gantian melesakan si kulit bundar ke gawang klub asal Banguntapan tersebut. Penampilan Rudi widodo juma&#8217;t (30/9) sore tadi cukup menawan. Hasilnya, 2 gol sumbangannya membuat Persiba unggul 3-1. Dan sebelum babak pertama berakhir, Johan Manaji kembali memantapkan dominasi Persiba menjadi 4-1. ** susunan pemain : Andi S, Andri Yoga, Ahmad taufik, Slamet Sampurno, Angga Pratama, Johan Manaji, Patrick Domal, SNC, Gendut Doni, Rudi Widodo.</p>
<p>PERSIBA vs Star 83 (5-0). M Basri mengganti semua pemain di babak kedua kecuali, Slamet Nurcahyo. Trio legiun asing Ezequiel, Bizzaro serta Emmanuel, kali ini menjadi bintang lapangan. Emmanuel Cristori mengawali gol pertama lewat titik putih. 10 menit kemudian, Ugiek mencetak kedua Persiba. Tendangan bebas Eduardo Bizzaro dari jarak 30 meter, gagal ditangkap sempurna oleh kiper Star 83, skor berubah 3-0. Heading Emmanuel, kembali menunjukan kelasnya, sekaligus memperbesar skor 4-0. Dan Ezequiel Gonzales, tak mau kalah dengan kompatriotnya, dengan menutup gol ke 5 Persiba. ** susunan pemain : Agus Marwanto, Nopendi, Bizzaro, Slamet Widodo, Awaruddin, Ezze, SNC, Arwin, Xyz Roeroe, Ugiek, Busari, Emmanuel Cristori.</p>
<p><strong>Rudi Widodo belum deal</strong><br />
Meski terlihat mudah dalam urusan mencetak gol, namun untuk bisa memilikinya tidaklah mudah. Hingga berita ini dibuat, eks penyerang Sriwijaya fc musim lalu, masih belum menemukan kesepakatan. Usaha negoisasi menajemen dalam 2 hari terakhir, belum membuahkan hasil. Untuk itu, Cornelis Kaimu, siap didatangkan lagi jika hingga hari Senin (3/10) tak kunjung Deal. &#8220;Rencananya seperti itu, ya kita lihat bagaimana nanti,&#8221; ungkap Wikan Werdho Kisworo. Terkait kedatangan tim verifikasi AFC pada hari Senin (3/10) pihaknya sudah siap. Segala sesuatu menyangkut dokumen kepemilikan, transfer, supporting hingga infrastruktur, telah disiapkan. &#8220;Kita optimis lolos, karena apa yang disyaratkan AFC telah kita penuhi,&#8221; pungkasnya.<br />
Sementara sang Kapten Wahyu Wijiastanto, yang  melihat rekan-rekannya sore tadi bermain, tengah mengupayakan tambahan pemain tengah Persiba. &#8220;Kalau Pak Bagus dan Pelatih berminat, Saya akan datangkan Imam Rohmawan,&#8221; terang Tanto. Eks gelandang Pro Duta tersebut, dinilai bisa bersaing sekaligus menutupi kekurangan skuad Persiba di musim depan. Dari target 24-25 pemain, saat ini baru deal 19 pemain. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paserbumi.com/2011/09/30/9-gol-persiba-bersarang-ke-potorono-dan-star-83-hari-senin-tim-verifikasi-afc-ke-bantul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stop Rasisme Suporter</title>
		<link>http://www.paserbumi.com/2011/06/30/stop-rasisme-suporter/</link>
		<comments>http://www.paserbumi.com/2011/06/30/stop-rasisme-suporter/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jun 2011 13:32:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PCC</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Paserbumi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.paserbumi.com/?p=4230</guid>
		<description><![CDATA[Rasisme menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia rasisme diartikan sebagai paham atau golongan yang menerapkan penggolongan atau pembedaan ciri-ciri fisik ( seperti warna kulit ) dalam masyarakat. Rasisme juga bisa diartikan sebagai paham diskriminasi suku, agama, ras ( SARA ), golongan ataupun ciri-ciri fisik umum untuk tujuan tertentu. Rasisme di dalam dunia suporter dapat di artikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Rasisme menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia rasisme diartikan sebagai paham atau golongan yang menerapkan penggolongan atau pembedaan ciri-ciri fisik ( seperti warna kulit ) dalam masyarakat. Rasisme juga bisa diartikan sebagai paham diskriminasi suku, agama, ras ( SARA ), golongan ataupun ciri-ciri fisik umum untuk tujuan tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasisme di dalam dunia suporter dapat di artikan hinaan atau hujatan pada suatu elemen organisasi suporter ataupn klub sepakbola. Rasisme dapat di lakukan melalui lagu-lagu atau tulisan. Dalam hal lagu-lagu yang bernada Rasisme di dalam stadion amat sangat di sayangkan, karena di dalam stadion juga terdapat suporter-suporter yang masih di bilang anak-anak. Apa jadinya kalau mereka waktu mendukung team kesayangannya selalu di sajikan lagu-lagu Rasis, kelak mereka dewasa akan lebih Rasis dari sekarang. Untuk apa kita Rasis, kita tunjukkan kalau Paserbumi suporter yang santun, atraktif, kreatif. Rasis hanya akan memperkeruh suasana, bisa-bisa akan sering terjadi gesekan antar suporter waktu mendukung team kesayangannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasisme dalam bentuk tulisan akhir-akhir ini sering kita jumpai di situs jejaring sosial Facebook ataupun Twitter. Entah siapa yang memulai duluan, sering kita jumpai saling ejek, saling hina antar suporter di wall group-group tertentu. Bahkan juga ada foto-foto atau gambar-gambar yang intinya menghina suatu elemen organisasi suporter ataupun klub sepakbola. Memang kita di dunia maya bebas berkreasi atapun berekspresi, tapi hendaklah kita juga mempunyai norma-norma kesusilaan dan menjaga nama baik suporter yang kita naung i. Kesalahan beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab, bisa berimbas ke organisasi suporter. Marilah kita bersama teriakkan dengan lantang STOP RASISME SUPORTER. Kita satukan tekad dan tujuan untuk memajukan persepakbolaan Indonesia yang sekarang ini sedang terpuruk karena krisis kepercayaan pada PSSI.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebentar lagi, 8 Juli 2011 Paserbumi akan merayakan Harlah yang ke-7. Marilah ini kita jadikan momentum untuk Paserbumi tidak Rasis ataupun Anarkis. Kita tunjukkan kalau Paserbumi suporter yang santun baik di dalam ataupun di luar stadion. Kita dukung team kebanggaan kita Persiba Bantul dengan atraktif dan kreatif.</p>
<p>SAJURI 1967</p>
<p>SALAM JUARA SEJATI</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paserbumi.com/2011/06/30/stop-rasisme-suporter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Era Baru Sepakbola Indonesia dan Persiba</title>
		<link>http://www.paserbumi.com/2011/06/06/era-baru-sepakbola-indonesia-dan-persiba/</link>
		<comments>http://www.paserbumi.com/2011/06/06/era-baru-sepakbola-indonesia-dan-persiba/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 13:37:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>REDSSA</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.paserbumi.com/?p=4127</guid>
		<description><![CDATA[Era sepakbola Indonesia memasuki era baru, dari era klub semi profesional menjadi klub yang benar-benar profesional. Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2011, ditegaskan bahwa penggunaan APBD untuk klub sepakbola professional resmi dilarang, sehingga setiap klub dituntut untuk benar-benar mengelola keuangannya secara mandiri. Tahun 2011 membawa banyak perubahan bagi persepakbolaan di Kabupaten Bantul, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Era sepakbola Indonesia memasuki era baru, dari era klub semi profesional menjadi klub yang benar-benar profesional. Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2011, ditegaskan bahwa penggunaan APBD untuk klub sepakbola professional resmi dilarang, sehingga setiap klub dituntut untuk benar-benar mengelola keuangannya secara mandiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 2011 membawa banyak perubahan bagi persepakbolaan di Kabupaten Bantul, Persiba Bantul yang menjadi ikon sepakbola Bantul sukses menjadi kampiun Divisi Utama musim 2010/2011. Kesuksesan menjadi juara dilengkapi dengan gelar topskor yang diraih Fortune Udo sebagai pencetak gol terbanyak musim ini, tampil meragukan pada awal kompetisi, Udo menjelma menjadi striker yang ditakuti lini belakang lawan. Satu gelar lain yang sukses diraih adalah gelar pemain terbaik yang jatuh kepada kapten tim, Wahyu Wijiastanto.<br />
Menjadi kampiun Divisi Utama 2010/2011 dan lolos ISL, bukan berarti langkah klub yang berdiri pada tahun 1967 ini menjadi mudah, justru tebing terjal telah menanti. Selain harus mencari sumber dana secara mandiri, persoalan lain adalah kurang lengkapnya sarana dan prasarana yang dimiliki klub yang bermarkas di Stadion Sultan Agung ini. Keadaan ini membuat managemen harus memutar otak bagaimana mencari sponsor agar mau menanamkan modalnya. Gelar sebagai juara divisi utama bisa menjadi nilai jual yang tinggi untuk menarik para investor.<br />
Ada banyak solusi yang bisa digunakan sebagai masukan untuk managemen untuk menarik minat sponsor, diantaranya:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Untuk menjadi klub Profesional, Persiba harus menjadi PT. Persiba bisa menjual sahamnya kepada masyarakat melalui bursa saham/pasar saham. Hal ini lazim dilakukan oleh klub-klub professional diluar negeri. bagi masyarakat yang mempunyai dana bisa membeli saham, sehingga secara tidak langsung dapat memberi dukungan dan mempunyai rasa memiliki terhadap Persiba.<br />
2. Bekerja sama dengan media cetak. Yaitu dengan membuat suatu kolom khusus, di kolom itu terdapat kabar terbaru mengenai perkembangan Persiba. Di kolom itu juga terdapat nomer rekening yang bisa membantu masyarakat jika ingin memberikan bantuan kepada Persiba, selain itu juga memuat besarnya saldo rekening yang memungkinkan masyarakat tahu keadaan keuangan Persiba. Hal ini pernah dilakukan oleh Barito Putera Banjarmasin, klub milik salah seorang pengusaha Kalimantan Selatan. Untuk hal yang satu ini, semua pihak akan di untungkan. Persiba mendapatkan pemasukan melalui rekening yang di buat, supporter juga mendapatkan informasi perkembangan dan juga keadaan keuangan klub, sedangkan untuk media cetak bisa menjadi salah satu sponsor dan menambah nilai jual produknya.<br />
3. Persiba memiliki outlet resmi, di outlet ini menjual berbagai pernak-pernik dan aksessoris resmi Persiba. Outlet ini bisa menjadi unit usaha dan sumber pendapatan milik Persiba. Selama ini saya sering sekali membaca postingan para simpatisan yang ingin mencari merchandise resmi Persiba.<br />
4. Menaikan harga tiket masuk stadion, hal ini menjadi hal yang lumrah untuk sebuah klub yang sudah berlaga di kompetisi teratas liga Indonesia. Bisa juga dengan menjual tiket terusan untuk satu musim kompetisi.<br />
5. Menggaet BUMN dan BUMD potensial. Di Jogjakarta ada beberapa Badan Usaha Nasional semisal Pertamina, Bank Nasional/daerah, penyedia sarana transportasi (KAI maupun Angkasa Pura). Kesemuanya memiliki dana CSR (Corporate Social Responbility) yang boleh dipakai untuk sponsor Olahraga.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin inilah sedikit masukan dari sekian banyak masukan yang di sampaikan kami sebagai masyarakat dan Paserbumi untuk mendukung Persiba di ISL musim depan. Hendaknya managemen lebih sering membuka situs ini dan mempertimbangkan berbagai masukan dari masyarakat, sebagai media resmi Persiba dan Paserbumi situs ini menjadi penghubung antara managemen, Paserbumi dan masyarakat pada umumnya.    *<em>tulisan Joko D, Mahasiswa UNY sekaligus fans Persiba Bantul</em><br />
Semoga Persiba Bantul dapat bersaing di ISL musim depan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paserbumi.com/2011/06/06/era-baru-sepakbola-indonesia-dan-persiba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rasisme, Kreativitas atau Fanatisme ?</title>
		<link>http://www.paserbumi.com/2011/03/27/rasisme-kreativitas-atau-fanatisme/</link>
		<comments>http://www.paserbumi.com/2011/03/27/rasisme-kreativitas-atau-fanatisme/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Mar 2011 11:56:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>REDSSA</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.paserbumi.com/?p=3871</guid>
		<description><![CDATA[Sepakbola tanpa suporter serasa sayur tanpa garam, itulah ungkapan yang sering kita dengar jika melihat gegap gempita sepabola. Sepakbola tidak bisa lepas dari yang namanya suporter, suporter adalah orang yang memberikan dukungan dalam arti aktif, aktif yang dimaksudkan adalah dengan meneriakan nyanyian atau yel-yel yang mendukung tim kesayangannya, serta dengan melakukan atraksi-atraksi yang unik dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Persiba Bantul 1 - PSMP 0 by Yan Arief, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/yanrf/5216495585/" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/yanrf/5216495585/?referer=');"><img src="http://farm6.static.flickr.com/5282/5216495585_81b0ce4bc2.jpg" alt="Persiba Bantul 1 - PSMP 0" width="500" height="333" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sepakbola tanpa suporter serasa sayur tanpa garam, itulah ungkapan yang sering kita dengar jika melihat gegap gempita sepabola. Sepakbola tidak bisa lepas dari yang namanya suporter, suporter adalah orang yang memberikan dukungan dalam arti aktif, aktif yang dimaksudkan adalah dengan meneriakan nyanyian atau yel-yel yang mendukung tim kesayangannya, serta dengan melakukan atraksi-atraksi yang unik dan menarik. Suporter berbeda dengan penonton, penonton diartikan sebagai orang yang menonton pertandingan, sehingga cenderung pasif.</p>
<p style="text-align: justify;">Suporter sepakbola di Indonesia bisa dikatakan memiliki fanatisme yang tinggi. Fanatisme adalah sebuah keadaan dimana seseorang atau kelompok yang menganut sebuah paham, baik politik, agama, kebudayaan, atau apapun saja dengan cara berlebihan (membabi buta) sehingga berakibat kurang baik, bahkan cenderung mengakibatkan perseteruan dan konflik serius. Bahkan karena sangat fanatiknya, Paserbumi bilang, “jika dadaku dibelah, maka akan keluar darah merah”, Brajamusti akan bilang darahnya berwarna biru, Slemania akan bilang darahnya warna hijau. Itu hanyalah sebuah contoh kefanatikan yang sudah mendarah daging. Rasa senang yang meluap bila tim kesayangannya menang, dan akan kecewa bahkan berbuat anarkis jika tim kesayangannya kalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi klub yang memilki suporter yang fanatik, nyanyian dan teriakan yang disuarakan supporter dari tribun bisa menjadi motivasi tambahan bagi pemain yang bertanding dilapangan. Tapi apa jadinya kalau nyanyian atau yel-yel yang seharusnya menjadi motivasi pemain justru nyanyian yang menjatuhkan atau merendahkan pihak lain? Fanatisme yang berlebihan terkadang menimbulkan perselisihan antar pendukung klub, mereka akan melakukan apapun untuk mendukung klub kebanggaan walaupun harus bersinggungan dengan suporter dari klub lain. Sejatinya suporter dapat memberikan nyanyian dan atraksi yang menghibur, tapi apa yang terjadi jika nyanyian tersebut berbau rasis dan cenderung menyinggung pihak lain? Maka akan semakin memperuncing perselisihan diantara suporter.</p>
<p style="text-align: justify;">Fenomena inilah yang akhir-akhir ini terjadi hampir disetiap laga kandang Persiba, walaupun <em>leader</em> sudah berupaya menghentikan setiap nyanyian yang berbau rasis, tetapi nyanyian rasis masih saja terjadi. Dimana kreativitas Paserbumi yang dulu? Dimana aksi Paserbumi yang anti rasis anti anarkis? Apakah rasis mulai menjadi budaya di kalangan Paserbumi? Pertanyaan inilah yang belum saya temukan jawabannya. Tapi apapun bentuknya rasis harus dihilangkan karena hanya akan merugikan. Ada beberapa kerugian yang dapat diakibatkan oleh nyanyian rasis :</p>
<ol>
<li>Hubungan diantara suporter yang bertikai bukannya membaik, tapi justru semakin meruncing.</li>
<li>Penonton tidak lagi disuguhi atraksi yang menghibur, tetapi justru nyanyian yang tidak enak di dengar.</li>
<li>Kekhawatiran orang tua bila menonton pertandingan pertandingan dengan mengajak keluarga akan berdampak negatif bagi anaknya, karena anak akan meniru apa yang dikatakan orang lain.</li>
<li>Bagi kelompok suporter lain yang mendapat perlakuan rasis, maka akan melakukan tindakan serupa bahkan bisa melakukan penghadangan dijalan. Sehingga keamanan dijalan menjadi pertimbangan mengapa suporter enggan menyaksikan langsung pertandingan.</li>
<li>Berkurangnya kreativitas dan atraksi yang menarik, karena kreativitas terganti dengan nyanyian rasis.</li>
<li>Berkurangnya jumlah suporter yang datang langsung ke stadion.</li>
</ol>
<p>Lalu apa yang harus kita lakukan agar rasis tidak menjadi budaya?</p>
<ol>
<li>Perlu usaha dari semua pihak untuk menamkan sikap fair play kepada suporter bahwa sepakbola akan indah jika kita semua dapat memahami arti perbedaan, sepakbola akan menjadi hiburan jika kita bisa duduk bersama mendukung klub kebanggan masing-masing tanpa permusuhan.</li>
<li>DPP sebagai wadah yang menaungi kelompok suporter perlu lebih mensosialisasikan tentang dampak buruk rasis.</li>
<li>Pihak-pihak yang selama ini saling bertentangan perlu duduk bersama, agar dapat menghilangkan permusuhan yang selama ini telah mendarah daging.</li>
<li>PSSI sebagai induk organisasi sepakbola Indoneesia juga memilki peran yang penting disini, karena selama ini pembinaan yang diberikan PSSI masih minim. PSSI hanya memberikan sanksi kepada klub yang suporternya berbuat rasis atau anarkis, tetapi tidak melakukan pembinaan kepada suporter.</li>
</ol>
<p>Mari kita kembalikan sepakbola Indonesia umumnya dan Sepakbola Bantul pada khususnya agar menjauhi budaya rasis, kita kembalikan budaya Paserbumi sebagai suporter yang sopan, suporter yang dewas, dan suporter yang berbudaya.</p>
<p>Let’s kick Racism out of football !!!!<br />
<em>Artikel ini kiriman dari</em> <strong>Djoko S</strong> <em>Mahasiswa UNY Fak Ilmu Sosial &amp; Ekonomi, yang juga pendukung Persiba Bantul</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.paserbumi.com/2011/03/27/rasisme-kreativitas-atau-fanatisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>67</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

