Paserbumi

Magnet Persiba

Persiba oleh cyberbumi 20 February 2008

Pemain Divisi Utama Rebutan Seleksi
BANTUL - Debutan baru Divisi Utama Persiba Bantul mulai bergerak. Tim yang sukses promosi Divisi Utama tahun lalu itu mulai menggelar seleksi pemain di Stadion Sultan Agung kemarin. Proses seleksi perdana itu pun diminati banyak pemain dari klub-klub divisi utama.

Tak kurang 60 pemain dari berbagai klub profesional tampil beradu nasib di tim berjuluk The Reds ini. Sebut saja Kahudi Wahyu Widodo, Deni Rumba (PSIS Semarang), Gani Nugraha (PSIM), kiper Adi “Badut” Nugroho, Choirul Anam (PSS Sleman), dan pemain-pemain dari klub Jawa Timur dan Wilayah Timur.

Mantan pemain-pemain Persiba pun ikut nimbrung dalam seleksi yang dipandu langsung pelatih Nandar Iskandar. Di antaranya Ugik Sugianto, Tomi Triono, dan Dedi Prasetyo. Termasuk wing back kanan Dwi “Ambon” Prasetyo yang pernah membela Persiba tiga musim lalu.

“Ini nanti langsung ada pencoretan. Tapi berapa pemain yang akan dicoret belum tahu. Melihat dulu hasil penilaian pelatih nanti,” papar Wakil Manajer Tim Persiba Bagus Nur Edi Wijaya kepada Radar Jogja di sela seleksi kemarin.

Pemain jadi seperti Kahudi, aku Bagus, memang telah menyatakan siap memperkuat tim kebangaan Paserbumi. Namun seleksi tetap diberlakukan seluruh pemain. “Kami kan tetap harus melihat kemampuan terakhir. Dua kiper juga sudah menghubungi saya seperti Wahyu mantan kiper Persis Solo dan Dadang Sudrajat kiper Persitara Jakarta Utara. Mereka lagi mencari waktu yang pas untuk datang ke Bantul,” terangnya.

Seleksi awal digelar selama satu minggu. Setiap hari Persiba membuka kesempatan kepada para pemain yang ingin bergabung dalam penjaringan tersebut. Lalu, yang dapat rekomendasi pelatih utama Persiba diberikan kesempatan untuk bergabung di seleksi berikutnya.

“Kami belum bisa memastikan seleksi kami lakukan sampai kapan. Yang pasti satu minggu ini dulu, lalu kami gelar sampai ada ketentuan resmi tentang jadwal dan regulasi kompetisi divisi utama dari BLI,” ujarnya lagi.

Yang beda dari proses seleksi ini adalah tidak ada pembedaan jenjang pemain. Pemain-pemain muda U-23 ke bawah tetap beradu nasib bareng pemain-pemain senior dan profesional tersebut. “Semuanya kan belum jelas. Kami akan menyeleksi pemain U-23 terpisah nantinya takut nggak ada kompetisi. Seperti tahun lalu U-23 juga tidak terpakai,” alasan Bagus. (ayu)

diambil secara paksa dari sini

1 Komentar

  1. genk Says:

    pemain asli bantul jangan dilupakan. harus tetep di pake.
    misal Slamet Widodo dkk. mereka kan memiliki umur muda dan masih prospek untuk masa depan.
    jangan sampe manjadi penonton di negeri sendiri.

Kirim Komentar