Paserbumi

Libur Telah Usai

Lain-lain oleh cyberbumi 20 July 2007

Seusai diliburkan selama seminggu oleh pelatih Nandar Iskandar, mulai Senin (9/7) seluruh pemain Persiba Bantul kembali digenjot latihan. Dalam latihan ini, tampaknya Nandar sangat serius memulihkan fisik para pemain.

Tugas Nandar makin berat karena manajemen Persiba telah mengeluarkan target baru, yakni wajib lolos ke divisi utama musim depan. Kebijakan ini muncul karena manajemen Persiba tidak ingin timnya tetap berada di divisi satu, melainkan naik tahta ke divisi utama.

“Karena itu, kami tidak mau dicap sebagai klub amatir karena gagal promosi,” kata Sumiharto, manager Persiba.

Dalam sisa pertandingan yang akan dijalani, Persiba masih harus menjalani lima pertandingan, di antaranya dua partai kandang serta tiga partai tandang.

Dua partai kandang, yakni saat menjamu Persid Jember dan Persipro pada awal Agustus mendatang, menjadi sangat penting untuk meloloskon Persiba ke divisi utama.

Karena itu, Michael Babouaken M. Eksan dkk. dituntut wajib menyapu bersih dalam dua laga kandang ini. “Jika kami mampu merebut enam poin di partai kandang, tugas kami di partai tandang lawan PSIR Rembang, Persipon Pontianak, dan Persipar Palangkaraya menjadi relatif lebih ringan,” tegas Nandar.

Namun, tampaknya target sapu bersih di kandang ini sedikit terkendala dengan absennya striker gaek M. Eksan, yang terkena kartu merah saat bertandang ke Persibo Bojonegoro. Pasalnya selama ini produktivitas gol Persiba sering tercipta dari striker asal Sleman ini.

Kehilangan Motivasi

Sebaliknya, manajemen PS Mojokerto Putra (PSMP) tampaknya mulai kehilangan motivasi di sisa lima pertandingan mereka. Penyebabnya adalah larangan Mendagri soal kucuran dana dari APBD pada klub musim depan.

Di klasemen sementara, PSMP hanya bertengger di urutan enam. Dari hitungan Susanto, posisi ini relatif aman jika timnya mampu meraih kemenangan di tiga laga kandang dari lima partai tersisa. “Upaya kami untuk mengamankan posisi PSMP di divisi satu bisa jadi sia-sia karena musim depan kami terancam tak bisa ikut kompetisi. Kalau pun bisa, kami hanya setingkat divisi dua, artinya kami harus turun setingkat dan menjadi amatir,” keluh Susanto, manajer.

Ungkapan terlontar setelah manajemen PSMP mengadakan rapat pengurus untuk mencari jalan keluar atas masalah ini. “Untuk sementara, kami tak menemukan sumber dana yang bisa digali. Begitu juga potensi lain. Semua tak memungkinkan,” paparnya.

Namun, bukan berarti PSMP bakal memuluskan langkah tim lain. Buktinya pelatih PSMP, Hanafing, tetap menggenjot fisik pemain dalam satu minggu terakhir. Bahkan rencananya mereka akan menggelar sejumlah uji coba. Sayangnya hingga kini mereka belum mendapatkan lawan latih tanding.

Lain lagi Persibo Bojonegoro, yang sedang berusaha memantapkan langkah di putaran dua divisi satu. Ali Usman dkk. saat ini berada di posisi pemimpin klaseman sementara wilayah III dengan poin 27.

“Kami ingin belajar dengan tim divisi utama yang memiliki karakter keras dan cepat,” ujar Gusnul Yakin, pelatih Persibo Bojonegoro, yang kalah 0-1 dari Arema saat uji coba (14/7) di Stadion Kanjuruhan Malang.

Meski demikian, Ali Usman dan Varnes Boakay, duet penyerang Persibo, mampu memberikan perlawanan dan menciptakan peluang selama pertandingan. “Kami masih kurang tenang dalam penyelesaian, namun mendapat pelajaran dan masukan berharga untuk mengevaluasi tim,” tambah mantan pelatih Arema Malang ini.

Kirim Komentar